Berita Banjarmasin

Kemacetan di Jembatan Kuin Banjarmasin Bikin Kesal Warga, Ini Diduga Penyebabnya

Selvie, warga Belitung Kecamatan Banjarmasin Barat terpaksa harus berputar atau menempuh jalan lebih jauh dari Jalan Kuin Utara menuju S Parman.

Kemacetan di Jembatan Kuin Banjarmasin Bikin Kesal Warga, Ini Diduga Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/abdul gani
Situasi arus lalu lintas Jembatan Seribu Kuin Utara, Banjarmasin, yang telah terpantau lengang pasca macet, Minggu (7/7/2019) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Niat hati ingin mengambil jalan pintas dengan melewati Jembatan Seribu di Kelurahan Kuin Utara Kecamatan Banjarmasin Utara Kalsel menuju rumahnya, Minggu (7/7) siang kemarin.

Selvie, warga Belitung Kecamatan Banjarmasin Barat terpaksa harus berputar atau menempuh jalan lebih jauh dari Jalan Kuin Utara menuju S Parman.

Ya wajar saja keputusan tersebut pun diambilnya. Sebab, Selvie yang ingin melewati Jembatan Seribu Kuin Utara demi mendapatkan jalan pintas, justru terjebak macet sekitar 30 menit.

"Nah, dari pada tadi kelamaan saya lebih lama lagi berada di situ, jadi langsung belok kiri aja lewat Kayutangi," katanya kepada Bpost.

Baca: Calon Haji HST Bakal Berangkat Tanggal 15 Juli 2019, Tergabung Dalam Kloter 4 Embarkasi Banjarmasin

Warga Belitung itu juga mengaku sebetulnya situasi tersebut tidak hanya Minggu siang kemarin ia temui. Melainkan kemacetan kendaraan kerap terjadi setiap jam 11 siang hingga sore.

"Kalau sudah macet, (barisan kendaraan) panjang. Bahkan ada pula mobil-mobil tangki yang ingin melewati jembatan tersebut," jelasnya.

Lain Selvie, berbeda lagi dengan Imau, warga HKSN Komplek Herlina Perkasa itu bahkan mengaku sudah beberapa kali menemui kemacetan hingga membuatnya terjebak 30 menit lebih.

Melintas dari Jalan Kuin Selatan menuju HKSN, namun menurutnya yang justru menjadi penyebab kemacetan itu dikarenakan carut marut relawan pengatur lalu lintas atau biasa disebut Pak Ogah.

Selain itu, ditambah dengan kurang patuhnya sejumlah pengendara yang ingin saling mendahului meskipun telah diatur sehingga kerap menimbulkan kemacetan.

"Iya kalau harapan mestinya ada petugas resmi seperti Dishub atau lainnya. Terlebih sampai jembatan putih (kayu) selesai diperbaiki, karena semenjak itu, tak sedikit mobilitas pengendara bertumpu di Jembatan Seribu," ujarnya.

Baca: Kardus dan Botol Bekas Sumber Pendapatan Warga Kambitin Raya, 75 Warga Jadi Nasabah Bank Sampah

Tidak sampai di situ, tambah Imau lagi yang turut disayangkan di kawasan tersebut, yakni masih adanya sejumlah truk yang masih lalu lalang di Jembatan Seribu.

Sehingga lebar jembatan yang semestinya tidak seberapa, pun harus membuat beberapa pengendara lain memperlambat laju kendaraannya bahkan bergantian.

" Makanya saya sendiri heran. Padahal jelas telah terpasang portal ketinggian jembatan untuk membatasi kendaraan bertonase berat, tapi masih ada truk kayu yang lewat," jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/Gha)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved