Berita Banjarmasin

Kadisdik Banjarmasin Sebut 1.161 Siswa Lulusan SD di Banjarmasin Belum Tertampung

Kadisdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menyebutkan kini setidaknya ada 1.161 siswa lulusan sekolah dasar di Banjarmasin yang belum tertampung

Kadisdik Banjarmasin Sebut 1.161 Siswa Lulusan SD di Banjarmasin Belum Tertampung
Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizki Abdul Gani
Mayetih saat mengecek kelulusan ppdb di SMPN 5 Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menyebutkan kini setidaknya ada 1.161 siswa lulusan sekolah dasar di Banjarmasin yang belum tertampung di sekolah di Banjarmasin, Senin (8/7/2019) siang tadi.

Jumlah tersebut pun tentu juga berbanding lurus dengan banyaknya sejumlah SMP-SMP Negeri di Banjarmasin yang masih belum terpenuhi kuota pasca pelaksanaan PPDB (penerimaan peserta didik baru) online sistem zonasi 2019 tadi.

Meskipun demikian, ia mengatakan pelaksanaan PPDB tingkat SMPN di kota Banjarmasin tidak serta merta berhenti pada jalur online tersebut saja.

Melainkan masih ada beberapa tahapan lainnya, diantaranya merujuk pada Peraturan Kementrian Pendidikan dan Budaya (Permendikbud) Nomor 15 Pasal 14 ayat 2.

Baca: Tak Hanya Benjolan, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Tunjukkan Bengkak di Leher

Baca: Kalsel Bulat Dukung Maming, 22 Rekomendasi Calonkan Ketua Umum BPP HIPMI

Baca: Cek Sampel Kurban, Disnakbun Banjar Pastikan Sapi Aman

Baca: Perda Metrologi Legal di Sahkan, Sekda Kotabaru Harapkan Ini

Pasalnya, pada permendikbud tersebut berbunyi dinas pendidikan sebagaimana kewenangannya berhak untuk mendistribusikan sekolah-sekolah yang kelebihan kuota ke sekolah yang kekurangan kuota siswa di dalam zonanya.

" Dan inilah yang kami lakukan saat ini. Makanya muncul surat edaran itu tadi kan. Misalnya, SMPN 1 dan SMPN 2 yang kelebihan siswa, maka dia boleh merekomendasikan dengan menyebutkan sekolah-sekolah yang masih kekurangan kuota, seperti saat ini SMPN 10 dan 26," jelasnya.

Tidak sampai di situ, namun selanjutnya apabila kembali terjadi lagi kelebihan kuota di dalam zona tersebut, maka boleh pendistribusian zona terdekatnya. Hal tersebut tambah Totok tertuang di Permendikbud Nomor 15 Pasal 3-nya.

" Ya, meskipun mekanisme ini dilakukan secara bertahap. Karena bila pun dimunculkan sekaligus di awal, tidak menutup kemungkinan dikhawatirkan justru semakin minim pendaftar," jelasnya.

Totok mengatakan fase tersebut akan mulai berjalan sejak tanggal 9 hingga 10 besok. Selanjutnya, jika pun telah dilaksanakan pendistribusian memenuhi seluruh kuota sekolah, maka proses pun dinyatakan selesai.

" Jadi sekali lagi siswa-siswa di sini bukan tertampung tapi cuman belum didistribusikan saja," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved