Berita Banjarmasin

Kalah dengan Siswa Pemegang KIP, Noor Halizah Gagal ke SMKN 5, Terpaksa ke Swasta Bayar Rp 4 Juta

Iya, bayar Rp 4 juta. Makanya seolah mendadak miskin, kami. Karena tadinya mau sekolah gratis, tapi kini malah berbayar

Kalah dengan Siswa Pemegang KIP, Noor Halizah Gagal ke SMKN 5, Terpaksa ke Swasta Bayar Rp 4 Juta
banjarmasinpost.co.id/ghanie
Puluhan orangtua atau wali siswa yang menyambangi SMKN 5 Banjarmasin demi menyampaikan protes hasil kelulusan siswa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pupus sudah harapan Noor Halizah (14) mengemban bangku pendidikan di sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri di kota Banjarmasin, Senin (8/7/2015) siang kemarin.

Melangkah kecewa dari halaman parkir SMKN 5 Banjarmasin bersama ibunya, Mirna, mereka pun langsung menuju SMK swasta di kawasan Jalan Cempaka Kota Banjarmasin.

Itu pun persoalan mereka tidak sampai di situ. Melainkan demi menyekolahkan putrinya, Mirna juga harus menyediakan uang pendaftaran yang tidak sedikit atau Rp 4 juta.

" Iya, bayar Rp 4 juta. Makanya seolah mendadak miskin, kami. Karena tadinya mau sekolah gratis, tapi kini malah berbayar," keluh Mirna saat mendampingi putrinya.

Baca: 4 Siswa Asal Tabalong Ikuti Final Olimpiade Sains Tingkat Nasional

Baca: Link Pengumumuman Altenatif SBMPTN 2019 Selain Sbmptn.ac.id untuk ITB UI UGM & IPB

Baca: Produsen Air Mineral di Tala Ini Gandeng Perusahaan Jepang Bikin Kemasan Gelas

Baca: Beda Reaksi Anak Krisdayanti dan Raul Lemos pada Kakak Tirinya Azriel putra dari Anang Hermansyah

Ya, Halizah sendiri merupakan satu dari puluhan calon siswa yang gagal bersekolah di SMKN 5 Banjarmasin, baru tadi. Tersisih diduga lantaran kalah bersaing dengan pemegang kartu sakti atau KIP, padahal nilainya pun cukup mumpuni.

Pasalnya, alumni SMPN 12 Banjarmasin tersebut mendapatkan nilai kelulusan 229,5. Ia juga kerap meraih peringkat 5 hingga 10 besar di sekolah asalnya.

Meskipun kebingungan bercampur kekecewaan menderanya beberapa waktu tadi atau Senin (8/7) kemarin.

Baca: Alasan Barbie Kumalasari Akui Museum Sebagai Rumahnya Bersama Galih Ginanjar

Baca: Diserbu Pemegang KIP, 50 Persen Peserta PPDB di SMAN 4 Banjarmasin Pemegang Kartu Sakti

Baca: Aturan PPDB Menuai Protes dari Orangtua Siswa, Dewan Kalsel Tak Miliki Wewenang Intervensi

Halizah yang sangat berharap besar bisa bersekolah di SMKN 5 Banjarmasin, justru kalah bersaing dengan beberapa pemegang KIP.

Bahkan nasib remaja berusia 18 itu juga tak sebaik teman sealumninya. Pasalnya meski bernilai 180,0 namun dengan pemegang KIP, ia telah lulus di SMKN 5 Banjarmasin.

" Iya, ada. Nilainya padahal 180,0. Cuman karena memegang kartu KIP, jadi bisa diterima di SMKN 5 Banjarmasin," kata Halizah. (banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved