Berita Banjarmasin

Kalah Jarak Zonasi, Mayetih Protes Anaknya Tidak Lulus di SMPN 5 Banjarmasin, Begini Jawaban Sekolah

Ia kemudian juga mendatangi seorang petugas untuk meminta penjelasan atas tidak masuknya Lusiana di sekolah tersebut.

Kalah Jarak Zonasi, Mayetih Protes Anaknya Tidak Lulus di SMPN 5 Banjarmasin, Begini Jawaban Sekolah
Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizki Abdul Gani
Lusiana saat menunjukkan sertifikat prestasinya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mayetih menunggu sabar pengumuman hasil kelulusan putrinya di SMPN 5 Banjarmasin, Senin (8/7/2019) pagi tadi.

Tiba dua jam lebih awal dari terpasangnya lembaran pengumuman hasil kelulusan atau sekitar pukul 10.00 tadi, namun penantiannya itu justru dibayar dengan kekecewaan.

Putrinya, Lusiana dinyatakan tidak lulus. Namanya yang semestinya diharapkan ada di lembaran pengumuman hasil kelulusan siang itu justru tak ditemui Meyetih.

Tak pelak, demi meluapkan rasa kekecewaan tersebut, Mayetih pun mendadak naik pitam. Nada suaranya meninggi.

Ia kemudian juga mendatangi seorang petugas untuk meminta penjelasan atas tidak masuknya Lusiana di sekolah tersebut.

Baca: Ditinggal Pergi Sambangi Anak, Rumah Sri Ambarwati Ludes Dilalap si Jago Merah

Baca: Kisah Penggali Kubur Sutopo Purwo Nugroho Humas BNPB yang Meninggal Karena Sakit Kanker Paru-Paru

Baca: Tur ke Tiga Klub, Martapura FC Targetkan Tujuh Poin

Baca: Doa Guru Kapuh dan Jajaran Pemerintahan HSS Iringi Pemberangkatan Calhaj HSS

" Kata saya, kenapa anak saya tidak masuk? Sementara nem (nilai UN, red) yang lebih rendah atau 15 saja, bisa lulus," cerita Mayetih saat dirinya mengaku telah memarahi seorang guru di SMP tersebut.

Namun harapannya benar-benar pupus, Senin siang itu. Pasalnya, berdasarkan penjelasan pihak sekolah yang ia terima mengatakan penyebab ketidak lulusan putrinya karena kalah terpaut jarak zonasi.

" Katanya anak (nilai rendah, red) itu rumahnya dekat. Karena anak saya jaraknya 1.105 meter, jadi gugur," cerita Mayetih.

Lebih lanjut, warga Belitung Laut Kecamatan Banjarmasin Barat tersebut mengatakan sebetulnya sangat menolak dengan penerapan PPDB (penerimaan peserta didik baru) sistem zonasi.

Pasalnya, meski sejumlah calon siswa terlebih anaknya telah meraih nilai tinggi, justru tersisihkan dengan penentu kelulusan berdasarkan zonasi.

Mayetih saat mengecek kelulusan ppdb di SMPN 5 Banjarmasin
Mayetih saat mengecek kelulusan ppdb di SMPN 5 Banjarmasin (Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizki Abdul Gani)
Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved