Berita Banjarbaru

Menilik Pengolahan Kapur Gamping, Tiga Hari Tiga Malam Tunggui Nyala Api

Kapur gamping adalah salah satu produk tambang yang banyak dibutuhkan untuk berbagai keperluan. Bisa untuk keperluan rumahan juga untuk perusahaan

Menilik Pengolahan Kapur Gamping, Tiga Hari Tiga Malam Tunggui Nyala Api
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Kerajinan pengolahan kapur gamping di Kelurahan Sungai Ulin Kota Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kapur gamping adalah salah satu produk tambang yang banyak dibutuhkan untuk berbagai keperluan. Bisa untuk keperluan rumahan juga untuk perusahaan.

Jika Anda pernah melintas di Jalan Sungai Ulin, Banjarbaru, arah Mandiangin, ada beberapa usaha pengolahan kapur gamping yang bentuknya berwarna putih susu itu.

Ada sekitar 20 pelaku usaha kapur gamping di kawasan tersebut. Usaha rakyat ini telah berjalan puluhan tahun dan pelaku usahanya pun turun temurun.

Sebenarnya menurut Hasanudin, salah seorang pelaku usaha kapur gamping di Sungai Ulin, untuk wilayah Kalsel ini ada juga usaha yang sama di Tanjung dan Pelaihari.

Baca: Kadisdik Banjarmasin Sebut 1.161 Siswa Lulusan SD di Banjarmasin Belum Tertampung

Baca: Tak Hanya Benjolan, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Tunjukkan Bengkak di Leher

Baca: Penginapan Wisata Pantai Batulima Tanahlaut Terbengkalai, Begini Kondisinya

Baca: Ketum DPD PDIP Kalsel Inginkan Kader PDIP Dampingi Paman Birin di Pilkada 2020

"Tapi di Sungai Ulin ini yang lumayan berkembang. Mungkin karena kultur tanahnya beda, sebab di sini tanahnya lebih kokoh sehingga tungku pembakaran tak mudah ambruk," ujar Hasan, panggilannya.

Tungku pembakaran? Ya, kapur gamping dapat langsung dipakai sebagai bahan baku, misal pada industri semen, fondasi jalan, rumah dan sebagainya. Selain itu ada yang perlu pengolahan terlebih dahulu, misal dengan pembakaran.

Cara pembakaran ini dimaksudkan untuk memperoleh kapur tohor (CaO), kalsium hidroksida (Ca(OH)2) dan gas CO2.

"Calcium oksida itu bisa untuk penetralisir limbah keluarga, limbah perusahaan, memulihkan PH tanah yang tinggi," jelasnya.

Seperti halnya kadar air yang asin jika ditabur kapur gamping sesuai kebutuhan maka akan netral. Begitupula pupuk bila PH tanahnya tinggi maka diberi kapur akan terjadi senyawa dengan tanah dan menetralkan tanah yang asam, sehingga bisa untuk persawahan, perkebunan.

Papar Hasan, di wilayah Kalsel untuk bahan baku kapur gamping berasal dari Batu Apu (Tapin), Barabai (HST) dan Kintap (Tala).

Halaman
123
Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved