Berita Kalteng

Rusli Makin Susah Dapatkan Gas LPG 3 Kilogram di Palangkaraya, Pengecer Seenaknya Jual di Atas HET

Harga gas elpiji bersubsidi tiga kilogram atau tabung gas elpiji berwarna melon, yang dijual dipasaran atau tingkat pengecer jauh di atas HET.

Rusli Makin Susah Dapatkan Gas LPG 3 Kilogram di Palangkaraya, Pengecer Seenaknya Jual di Atas HET
tribunkalteng.com/faturahman
Wali Kota Palangkaraya dan tim pengawas Perindag Kota Palangkaraya dan Pertamina memantau gas LGP bersubsidi di kawasan pasar kahayan Palangkaraya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Harga gas LPG 3 kilogram bersubsidi atau tabung gas elpiji berwarna melon, yang dijual di pasaran atau tingkat pengecer di Palangkaraya jauh di atas ketetapan harga eceran tertinggi (HET) Rp17.500 rupiah.

Pemerintah Kota Palangkaraya telah mengatur untuk harga eceran tertinggi penjualan gas elpiji bersubsidi tingkat pangkalan maksimal Rp17.500 pertabung, namun saat dijual di tingkat pengecer harganya melambung tinggi mencapai Rp40 ribu pertabung.

Untuk membeli tabung gas elpiji warna melon tersebut di Pangkalan pun, juga tidak mudah, karena salah satu syaratnya harus menggunakan kartu keluarga dan tercatat sebagai warga di sekitar pangkalan atau RT setempat yang sudah masuk rukun tatangga setempat.

Pemilik Pangkalan tidak mau menjual gas elpiji bersubsidi kepada warga yang bukan dari masyarakat yang tinggal di sekitar pangkalan tersebut."Beli gas elpiji bersubsidi makin susah, beli di pangkalan antrenya panjang dan harus pakai kartu-keluarga atau KTP, beli di pengecer harganya mencapai Rp30 ribu- Rp40 ribu rupiah,"ujar Rusli Warga Jalan Rajawali Palangkaraya, Selasa (9/7/2019).

Baca: Wanita Pengusaha Penyebar Foto Mumi Berwajah Jokowi di FB Resmi Jadi Tersangka, Ini Pembelaannya

Baca: Pria Ini Tawarkan Istri Rp 2 Juta untuk Sekali Layanan Threesome, Digerebek Saat Bermain di Hotel

Beberapa oknum pengelola pangkalan dengan modus tertentu menimbun tabung gas elpiji bersubsidi dan diduga kongkalikong dengan pengecer menjual gas elpiji bersubsidi dengan harga tinggi untuk mengambil untung lebih besar.

Lebih parah lagi, masih ada ASN yang membeli gas bersubsidi tersebut di pangkalan, padahal dalam ketentuannya, ASN dilarang ikut membeli tabung gas elpiji bersubsidi tersebut, karena jatah gas elpiji bersubsidi diberikan kepada masyarakat kalangan tak mampu atau berpenghasilan menengah ke bawah.

Terkait masalah tersebut, sempat diakui oleh Kabid Perdagangan Disperindag Kalteng, Jenta, dalam pertemuan bulanan tim pengendaliam inflasi daerah (TPID) Kalteng membahas tingginya harga penjualan gas elpiji ditingkat pengecer tersebut, dia mengaku, kesal karena dilapangan masih ada ASN yang ikut membeli gas elpiji bersubsidi tersebut.

Wali Kota Palangkaraya dan tim pengawas Perindag Kota Palangkaraya dan pertamina saat memantau gas elpiji bersubsidi di kawasan pasar kahayan Palangkaraya.
Wali Kota Palangkaraya dan tim pengawas Perindag Kota Palangkaraya dan pertamina saat memantau gas elpiji bersubsidi di kawasan pasar kahayan Palangkaraya. (tribunkalteng.com/faturahman)

Sementara itu, Kadisperindag Kota Palangkaraya, Ikhwanuddin, mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan penjualan gas elpiji bersubsidi tersebut dan sesekali melakukan razia di lapangan bersama tim, memang ada beberapa pengusaha restoran yang menggunakan gas bersubsidi dan diberikan peringatan.

Baca: Viral soal Audrey Yu, Ini Klarifikasi Lengkapnya, Mulai Bertemu Jokowi, Kerja di NASA dan BPPT

Baca: NEWSVIDEO : Produsen Air Mineral di Tala Gandeng Perusahaan Jepang Bikin Cup

Dia mengatakan, gas elpiji bersubsidi tersebut memang telah diberikan harga eceran tertingfi untuk kalangan pangkalan, sedangkan pengecer tidak diberikan ketetapan HET."Namun kami memberikan teguran atau peringatan agar pengecer tidak menjual gas elpiji bersubsidi terlalu tinggi, karena membebani konsumen," ujarnya.

Senada diungkapkan Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, yang sempat melakukan sidak ke lapangan memantau harga penjualan gas elpiji ditingkat pengecer dan pangkalan dan meminta pengecer tidak menjual gas elpiji bersubsidi dengan harga tinggi.

"Saya ingatkan agar pangkalan nakal yang menjual diatas HET atau melakukan penimbunan gas elpiji agar ditindak. Pengawasan terus dilakukan di lapangan untuk memantau harga gas bersubsidi agar stabil terutama pada waktu tertentu saat mendekati hari besar keagamaan atau hari besar lainnya," ujarnya.(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved