Berita Kabupaten Banjar

Smart City Tak Cuma Berkutat Teknologi Komunikasi, tapi Juga Pada Hal ini

Terpilihnya Kabupaten Banjar dalam 100 Smart City di Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Kalimantan Selatan (Kalsel)

Smart City Tak Cuma Berkutat Teknologi Komunikasi, tapi Juga Pada Hal ini
banjarmasinpost.co.id/roy
Narasumber dari Jakarta semangat menjabarkan program smart city di Mahligai Sultan Adam, Martapura, Selasa (9/7). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Terpilihnya Kabupaten Banjar dalam 100 Smart City di Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama masyarakat Bumi Barakat.

Namun program Kementerian Kominfo tersebut tak sebatas berkutat pada penguatan fasilitas teknologi komunikasi semata.

Lebih dari itu juga untuk memperluas dan meningkatkan pelayanan publik.

"Bagaimana agar proses pelayanan perizinan menjadi lebih transparan dan cepat. Alur birokrasi bisa dipangkas, dan kemudahan pelayanan publik lainnya. Inilah inti dari program smart city," tegas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Banjar Galuh Tantri Narindra.

Penegasan itu disampaikan Tantri di hadapan kalangan kepala satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemkab Banjar di Pendopo Mahligai Sultan Adam, Martapura, Selasa (09/07/2019).

Baca: Kemarahan Ammar Zoni pada Irish Bella di Sinetron Cinta Suci, Ammar Ungkap Soal Hayati Peran

Baca: Pengumuman SBMPTN 2019 Hari, Cek Link sbmptn.ltmpt.ac.id & 12 Link Perguruan Tinggi Negeri Ternama

Baca: Komentar Pedas Barbie Kumalasari Pasca Disindir Nikita Mirzani, Istri Galih Ginanjar Sebut Level

Baca: Putra Maia Estianty, Al Ghazali Kalahkan Siwon & Zayn Malik di Daftar 100 Pria Tertampan Dunia 2019

Termasuk dalam kaitannya dengan salah satu program unggulan Pemkab Banjar yakni penghapusan jamban apung, juga diharapkan kian terlaksana lancar dan sukses melalui program smart city tersebut.

"Siapa sangka yang awalnya hanya untuk meningkatkan sanitasi lingkungan melalui pengubahan kebiasaan masyarakat di bantaran sungai dari BAB di jamban apung ke jamban darat, kini dalam perkembangannya juga meluas dan menumbuhkan usaha baru berkat sungai yang menjadi sehat," sebut Tantri.

Ia menegaskan smart city sekaligus menjadi tantangan dalam tata kelola layanan pemerintahan.

"Bagaimana dengan SDM yang ada? pelayanan kesehatan sudah baguskah? Persoalan lingkunhan, sudah bagus kah? Koneksi dan konektivitas, sudah bagus kah?" tandasnya.

Dikatakannya, wilayah Kabupaten Banjar yang luas juga menjadi tantangan tersendiri.

Anggaran Banjar memang besar, jauh lebih tinggi dibanding Kota Banjarbaru.

Tapi, mereka luasan yang di-handle sempit dan sebagian besar adalah wilayah kota.

Beda dengan Banjar yang sebagian besar wilayahnya adalah perkampungan.

Karena itu, sebutnya, semua pihak memang mesti terlibat secara aktif agar program smart city benar-benar terlaksana lancar dan mampu meningkatkan pelayanan publik secara signifikan.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved