Aksi Cepat Tanggap

Dapat Bantuan Kasur dari ACT Kalsel, Arbainah dan Suaminya Tak Lagi Tidur di Lantai

rbainah (44 tahun) tak henti tersenyum mendapati bantuan yang dibawa Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel ke rumahnya, Jumat (5/7/2019) tadi.

Dapat Bantuan Kasur dari ACT Kalsel, Arbainah dan Suaminya Tak Lagi Tidur di Lantai
IST/ACT Kalsel
Relawan ACT Kalsel - MRI menyerahkan bantukan kemanusian kepada Arbainah dan suaminya di Desa Keladan Baru Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, GAMBUT - Arbainah (44 tahun) tak henti tersenyum mendapati bantuan yang dibawa Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel ke rumahnya, Jumat (5/7/2019) tadi. Sebuah kasur, bantal dan karpet.

"Alhamdulillah malam ini tidak tidur di lantai lagi," gumamnya. Di samping, Ahmad Gafuri (60 tahun) sang suami juga nampak tersenyum sama.

Keduanya bersyukur sekali karena ada donatur yang telah membantu mereka. "Terima kasih... Terima kasih...," Ahmad Gafuri, lelaki pemalu itu tak henti berucap.

Suami istri itu adalah warga Desa Keladan Baru Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Sudah 19 tahun mereka hidup di sana dengan seadanya. Sepetak rumah tanpa dapur.

"Hancur rumah karena sudah tua, suami cuma jualan kayu keliling jadi tidak bisa nabung untuk renovasi," tutur Arbainah kepada ACT.

Arbainah di rumahnya di Desa Keladan Baru Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar
Arbainah di rumahnya di Desa Keladan Baru Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar (IST/ACT Kalsel)

Ahmad Gafuri memang hanya mampu mengandalkan diri menjual kayu galam. Kayu itu didapat dari sebuah tempat yang mereka sebut pulau. Biasanya memerlukan waktu seharian untuk mengambil kayu tersebut karena Gafuri hanya punya sepeda untuk membawanya.

Dengan sepeda, Ahmad Gafuri hanya mampu membawa dua ikat kayu galam. Keduanya dihargai Rp 60ribu.

"Kayu diikat di sepeda, trus dituntun sampai ke rumah. Besoknya baru dijaja keliling. Kalau ada yang pesan ya langsung terjual, tapi kalau tidak ada kadang tidak laku sehari," lanjut Arbainah.

Arbainah dan Ahmad Gafuri selalu bersyukur dengan keadaan apapun. Meski kadang dalam sehari hanya makan nasi tanpa lauk dan sayur. "Kalau ada uang disimpan buat sekolah anak," riak wajah Arbainah seketika ceria kala bercerita soal putri semata wayangnya.

"Sekarang sudah di bangku Aliyah di Pesantren Darusalam," ucapnya.

Kondisi rumah Arbainah  di Desa Keladan Baru Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar
Kondisi rumah Arbainah di Desa Keladan Baru Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar (IST/ACT Kalsel)

Ketika ditanya soal harapan, Arbainah tak berani berkata. "Sabar aja dengan keadaan begini," begitu terus ungkapnya. Namun setelah didesak tim ACT, Ia akhirnya menumpahkan inginnya. "Ingin bangun dinding dan atap dapur, selama ini terbuka begini jadi kalau ada angin jadi susah masak. Kalau hujan terpaksa diangkut ke dalam," ujarnya.

ACT Kalsel berikhtiar untuk membantu keluarga Ahmad Gafuri mewujudkan harapan itu. "InsyaAllah dalam waktu dekat akan kita renovasi rumah beliau. Semoga semua berjalan dengan lancar," terang Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin.

Relawan ACT Kalsel - MRI menyerahkan bantukan kemanusian kepada Arbainah dan suaminya di Desa Keladan Baru Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar
Relawan ACT Kalsel - MRI menyerahkan bantukan kemanusian kepada Arbainah dan suaminya di Desa Keladan Baru Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar (IST/ACT Kalsel)

Zainal menyebutkan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program Mobile Social Rescue (MSR). "MSR menjadi jalan yang kami ikhtiarkan untuk menyelesaikan permasalahan darurat di masyarakat," pungkasnya.(*/AOL)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved