Berita Banjarmasin

Jumlah Beban Operasional PDAM 2018 Alami Peningkatan Rp Sekitar 7 miliar, ini Hasil Audit

Jumlah beban operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin Kalsel 2018 tadi mengalami peningkatan dibanding 2017 lalu.

Jumlah Beban Operasional PDAM 2018 Alami Peningkatan Rp Sekitar 7 miliar, ini Hasil Audit
banjarmasinpost.co.id/ghanie
Direktur Utama PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Ir Yudha Ahmadi saat memberikan keterangan terkait hasil audit. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jumlah beban operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin Kalsel 2018 tadi mengalami peningkatan dibanding 2017 lalu.

Tercatat terjadi selisih angka sekitar Rp 7 miliar, hal itu termuat pada laporan keuangan laba rugi teraudit per 31 Desember 2018 dan per 31 Desember 2017.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin, Ir Yudha Ahmadi pun membenarkan hal tersebut, Rabu (10/7/2019), siang tadi.

Ia menyebutkan adanya beban penyusutan, penyisihan atau amortasi yang lebih besar dari tahun sebelumnya, menjadi penyumbang terbesar jumlah beban operasional tertinggi.

Baca: Kisah Kakek 92 Tahun & Istri Bisa Berangkat Haji, Ternyata Menabung Selama 54 Tahun atau Sejak 1965

Baca: Lagi Marak di AS, Aksi Jilat Es Krim di Supermaket Lalu Dimasukkan ke Freezer untuk Dijual Lagi

Baca: Ani Yudhoyono Temui Sejumlah Keluarga SBY via Mimpi, Cek Arti Mimpi Jumpa Orang Sudah Meninggal

Baca: Wasiat Dewi Perssik Jika Meninggal Dunia pada Putranya, Gabriel, Ada Kaitan dengan Rosa Meldianti?

"Iya betul, jadi dulu ada aset dari pemerintah pusat yang sudah kami manfaatkan, sementara baru kami susutkan. Nah, dari beban utang aset tadi pula, yang kemudian menambah beban operasional tahun ini," ujarnya.

Meskipun beban operasional tersebut, tambah Yudha lagi, bisa ditanggulangi pihaknya dengan mengefesiensi beban-beban operasional yang lain.

Sehingga pada sisi laba rugi laporan keuangan pihaknya, jika dibanding dari tahun 2017 dengan 2018 tadi mengalami peningkatan.

"Iya betul. Untuk laba rugi bersih tahun 2018 tadi kami mengalami peningkatan. Dari sebelumnya sekitar Rp 13 miliar menjadi Rp 22 miliar," jelasnya.

Tidak hanya itu, kabar baik lainnya lagi, tambah Yudha, saat ini PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin Kalsel telah mendapatkan predikat WTP (wajar tanpa pengecualian).

Prestasi yang diperoleh sebanyak delapan kali berturut-turut itu merupakan hasil penilaian kinerja oleh Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalsel.

"Untuk penilaian kinerja berpedoman pada Permendagri Nomor 47 tahun 1999 pada 2018 tadi kami juga meraih predikat baik. Sedangkan berdasarkan BPPSPAM, kami meraih predikat sehat," jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved