Berita HSS

Kabupaten HSS Siaga Darurat Karhutla, Kecamatan Daha Mulai Dikepung Api

Camatpun menduga sebagian ada yang sengaja dibakar, ada juga yang tak diketahui penyebabnya, mengingat lahan rawa di Daha terbuka luas.

Kabupaten HSS Siaga Darurat Karhutla, Kecamatan Daha Mulai Dikepung Api
HO/Camat Daha Barat
Aksi pemadamankebakaran lahan di Desa Baru, Bajayau Kecamatan Daha Barat, Hulu Sungai Selatan, Selasa (9/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Badan Penanggulangan Bencana dan Kesbangpol Hulu Sungai Selatan menerima laporan dari LAPAN  terkait titik api, di mana terdeteksi ada lima kejadian kebakaran lahan di Kabupaten HSS.

Adapun lahan yang terbakar ada yang lokasinya bisa dijangkau unit pemadam, ada juga yang tidak terjangkau karena tidak ada akses jalan dan jaraknya jauh.

“Berdasarkan laporan LAPAN, titik api terdeteksi di  Pandak Daun dan Paramaian, Kecamatan Daha,”kata Kepala BPB dan KesbangPol HSS Efran, kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (10/7/2019).

Mengenai penyebab kebakaran lahan,  menurutnya kemungkinan dibakar dengan tujuan untuk memudahkan menangkap ikan, berkebun maupun penyebab lain. Saat dilakukan penanganan oleh Satgas Karhutla jells efran, sudah terjadi kebakaran lahan tersebut.

Baca: Sembilan Angkutan Tak Laik Jalan Terjaring Razia Satlantas dan Dishub Tanahlaut di Gunung Kayangan

Tiga kecamatan di Daha, yaitu Daha Selatan, Daha Utara dan Daha Barat tiap tahun rawan kebakaran lahan, karena wilayah tersebut merupakan hamparan lahan rawa yang terbentang luas.

Camat Daha Utara, Kusairi yang dihubungi siang tadi menjelaskan, untuk di wilayah Daha Barat, ada dua kejadian kebakaran lahan, yaitu 8 Juli 2019 yang berhasil dipadamkan warga di sekitar Desa Bajayau.

“Untuk kejadian kedua, 9 Juli 2019, di Desa Baru,  Daha Barat tepatnya di samping jalan Bajayau, terjadi pukul 14.46 wita sampai 16.00 wita baru bisa dipadamkan menggunakan unit pemadam PT Sam dan BPK Arjuna. Lahan yang terbakar cukup luas lebih  satu hektare sehingga perlu satu jam lebih memadamkannya,”kata Camat.

Camatpun menduga sebagian ada yang sengaja dibakar, ada juga yang tak diketahui penyebabnya, mengingat lahan rawa di Daha terbuka luas.

Baca: Nor Halimah Dibekuk Bawa 26,3 Gram Sabu di Taksi, Pengedarnya Diciduk di Hotel Pesona Banjarmasin

Camat menyatakan, Posko Siaga Bencana Karhutla sudah dioperasikan di sekitar Kantor Camat, untuk memudahkan koordinasi penanganan kebakaran lahan.  Meminimalkan bencana kebakaran hutan maupun lahan di HSS, Pemerintah Kabupaten HSS melalui Keputusan Bupati Nomor 188.45/212/KUM/2019 menetapkan status Siaga Darurat Karhutla.

Aksi pemadaman kebakaran lahan di Desa Baru, Bajayau Kecamatan Daha Barat, Hulu Sungai Selatan, Selasa 9 Juli 2019.
Aksi pemadaman kebakaran lahan di Desa Baru, Bajayau Kecamatan Daha Barat, Hulu Sungai Selatan, Selasa 9 Juli 2019. (HO/Camat Daha Barat)

Sesuai keputusan Bupati HSS, status siaga darurat Karhutla tersebut selama lima bulan, sejak 1 Juli hingga 30 November 2019. “Status tersebut dalam rangka penanganan, pencegahan dan meminimalkan dampak karhutla. Status bisa diperpanjang atau diperpendek sesuai kondisi di lapangan,”jelasnya. Disesebutkan, musim kemarau 2019 di HSS berdasarkan perkiraan musim oleh Badan Meteorologi dan Geofisika stasiun Klimatologi Banjarbaru, dimulai 9 Mei 2019.

Perkiraan musim kemarau berdasarkan zona musim zom 273 dan zom 274 memasuki kemarau Juni 2019.

“Berdasarkan pertimbangan tersebut perlu ditetapkan status siaga darurat Karhutla melalui keputusan Bupati HSS,”imbuhnya.  Selain membentuk posko di kabupaten, juga didirikan posko-posko seluruh kecamatan untuk tugas  lapangan pengendalian operasi. Selain BPBD, juga meibatkan TNI. Polri, perusahaan serta para relawan.  (banjarmasinpost.co.id/hanani )

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved