Kriminalitas Regional

Modus Terbaru, Gunakan Kaleng Cat dan Dikirim dari Malaysia, Polisi Bongkar Kasus 11,5 Kg Sabu-sabu

Polda Jatim mengungkap peredaran sabu-sabu dengan modus dimasukan ke dalam kaleng cat.

Modus Terbaru, Gunakan Kaleng Cat dan Dikirim dari Malaysia, Polisi Bongkar Kasus 11,5 Kg Sabu-sabu
Tribunnews Batam/ Istimewa
Ilustrasi Sabu-sabu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Polda Jatim mengungkap peredaran sabu-sabu dengan modus dimasukan ke dalam kaleng cat.

Hal itu terungkap saat penggerebekan pengiriman 57 kaleng cat di Perum Permata Taman Palem Blok A5/16 Kalideres Jakarta Barat.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, pengungkapan ini merupakan pengembangan pelaku yang telah ditangkap di beberapa daerah di Jatim.

"Total sabu 11,5 kilogram dibagi menjadi 10 bungkus. Oktober 2018, dua orang WNA kami amankan, barang bukti 2,5 kilogram. Berkembang bulan Maret 2019 ada yang meninggal di Madura dan barang bukti lima kilogram," kata Luki Hermawan, Selasa (9/7/2019).

Luki menjelaskan, barang haram tersebut disimpan di dalam kaleng-kaleng cat.

Ada sebanyak 57 kaleng cat, 10 kaleng diantaranya berisi sabu.

Baca: Wali Kota Palangkaraya Ikut Turun Memantau Penjualan Gas Bersubsidi, Ingkatkan ini ke Pangkalan

Baca: Bikin Sertifikat atau Jual Tanah di Kabupaten Banjar Tak Bisa Sekehendak Hati, Tapi Berdasarkan Ini

"Ini cat plamir buatan Singapura yang hanya dijual di Malaysia. Makanya kami agak curiga kenapa dibawa ke Indonesia," kata dia.

Luki menyebut, peredaran narkoba dengan menggunakan kaleng cat merupakan modus baru di Jawa Timur.

"Ini modus baru di Jatim, barang ini dikirim melalui kapal ekspedisi dan akan dikirim ke Madura. Waktu itu dikirim ke Madura satu kaleng. Jaringan ini menggunakan modus seperti ini," ujarnya.

Kini, polisi melakukan pengembangan lagi sebab barang kualitas KW 1 yang ditaksir senilai miliaran rupiah ini rencananya akan dikirim ke Madura.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved