Berita Tanahlaut

NEWSVIDEO : Melihat dari Dekat Peternakan Kerbau Rawa di Desa Benuaraya Kecamatan Batibati

Usaha turun temurun warga Benuaraya, Kecamatan Bati-Bati beternak kerbau rawa nampaknya menjadikan daya tarik tersendiri bagi sejumlah orang.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Usaha turun temurun warga Benuaraya, Kecamatan Bati-Bati beternak kerbau rawa nampaknya menjadikan daya tarik tersendiri bagi sejumlah orang.

Utamanya oleh pelancong wisata. Begitulah yang disampaikan oleh peternak kerbau rawa, Khairil Rusna, Rabu (10/7/2019).

"Sekarang sering orang berkunjung kesini. Mereka datang untuk berfoto apalagi ketika musim kemarau karena bisa menuju bagian tengah kandang," ucap Khairil.

Khairil adalah satu dari 14 peternak kerbau rawa yang beraktifitas di kandang. Sebutnya, setiap hari ada jadwal dari 14 orang itu untuk mengeluarkan dan memasukan kerbau kembali.

Pagi itu, kerbau yang masih di dalam kandang nampak berceburan di perairan. Pasalanya, memasuki musim kemarau, hanya beberapa bagian yang masih terdapat air. Sisanya kering dan lembab. Sehingga kerbau rawa pun seolah enggan berkumpul di daratan.

Baca: Kerbau Rawa Turun Temurun di Benuaraya Tak Jarang Jadi Objek Wisata

Namun kala suara Khairil memanggil para kerbau itu serta menyediakan rumput untuk makannya, puluhan kerbau langsung menyerbu warga Benuaraya ini. Tentunya kondisi kandang sudah dibuka oleh sang pawang, yakni Irusna sendiri. Sehingga kerbau lebih mudah untuk keluar kandang.

Secara otomatis, seolah menjadi rutinitas dan tanpa aba-aba, puluhan kerbau tersebut berlarian keluar kandang, melintasi gubangan air yang berada tepat di pintu kandang tersebut.

Lantas, kandang yang sebelumnya dihuni puluhan kerbau itupun langsung kosong. Ia juga menyampaikan kalau para kerbau yang jinak itu cukup bersahabat. Bahkan ada yang bisa dinaiki.

Sebut Khairil, para kerbau dibebas lepaskan. Hanya saja kelompoknya memiliki kandang pula yang membatasi aktivitas kerbau seluas 200 hektar.

Apalagi, selain sekitar 30 kerbau rawa yang dianggap jinak, ada sekitar 200 kerbau rawa yang liar. Semua itu ujar Khairil milik kelompok yang sama. Tentunya karena beranak pinak dan usaha nenek moyang, sehingga kerbau itu pun selalu bertambah banyak.

"Sebagian kami jual juga atas persetujuan kelompok. Tapi untuk yang betina tetap kami pelihara," ucapnya.

Baca: Aditya-Iwan Siap Maju di Pilwali dan Wawali di Pilkada 2020 Banjarbaru, Berikut Penjelasannya

Selama ini perawatan kerbau rawa rupanya juga mendapatkan perhatian dari pemerintah. Khairil mengatakan, kadang setiap beberapa bulan sekali, mereka bakal kedatangan tamu dari dinas. Ada pula PPL yang turut memberikan pengetahuan merawat kerbau.

Keberadaan kerbau rawa di Desa Benuaraya belakangan ini memang ramai. Banyak foto lokasi tersebut juga beredar di media sosial, seperti instagram.

Jika menuju ke kawasan tersebut saat kemarau, maka pengunjung langsung bisa berinteraksi atau mendekati kandang bahkan masuk ke dalamnya. Namun apabila musim penghujan, maka kandang kerbau pun dipenuhi air dan menjadi rawa. Sehingga mengharuskan pengunjung begitupun dengan peternak memanfaatkan kelotok.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved