Kriminal HST

Nor Halimah Dibekuk Bawa 26,3 Gram Sabu di Taksi, Pengedarnya Diciduk di Hotel Pesona Banjarmasin

Nor Halimah (28), warga Jalan Hantarukung, Desa Wasah Hilir Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan tergolong nekat.

Nor Halimah Dibekuk Bawa 26,3 Gram Sabu di Taksi, Pengedarnya Diciduk di Hotel Pesona Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kasatres Narkoba Polres Hulu Sungai Selatan, AKP Mufid, menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka Nor Halimah dan M Riduan di hadapan para undangan yang menghadiri Peringatan HUT Bhayangkara ke 73, Rabu (10/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN -  Nor Halimah (28), warga Jalan Hantarukung, Desa Wasah Hilir Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan tergolong nekat.

Meski mengetahui pekerjaannya sebagai kurir sabu sangatlah berbahaya, karena berisiko dijebloskan ke penjara dengan hukuman berat, dia tetap saja mau melakukannya. Risiko itupun akhirnya harus dihadapinya.

 Dia tertangkap tangan saat membawa sebanyak 38 paket sabu dengan berat 29.54 gram, dalam perjalanan dari Banjarmasin menuju Kandangan, 1 Juli 2019 lalu, pukul 10.00 Wita.

Satuan Reserse Narkoba Polres Hulu Sungai Tengah, dipimpin Kasatnarkoba AKP Mufid, menciduknya, saat perempuan yang menumpang angkutan umum atau Taksi L-300 jurusan Banjarmasin-Kandangan, melintas di Jalan A Yani Kilometer 5 Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, HSS.

Kapolres HSS AKBP Dedy Eka Jaya, melalui Kasatres Narkoba, Mufid usai pemusnahan barang bukti sabu yang merupakan rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke 73 di halaman Mapolsek Kandangan, Rabu (10/7/2019) menjelaskan, setelah mendapatkan informasi terkait keberadaan Halimah, pihaknya mencegat taksi tersebut dan melakukan penggeledahan terhadap tersangka dan barang bawaannya.

Baca: Sempat Tuai Protes, SMAN 2 Banjarmasin Terpaksa Tambah Satu Kelas Menjadi 13 Rombel

“Akhirnya kami menemukan barang bukti berupa sabu yang disimpan dalam kemasan deodorant RExona, yang isinya dikosongkan dan diisi paket sabu. Selain dalam rexona tadi juga dalam dua kemasan permen hexos, hingga total sabu yang ditemukan 38 paket, dengan berat kotot 26,3 gram,”ungkap Mufid, yangbaru bertugas di Polres HSS.

Berdasarkan keterangan Nor Halimah, sabu tersebut merupakan pesanan untuk dipasok ke wilayah Kandangan dan Barabai, Hulu Sungai Tengah. Tersangka juga mengaku, sabu tersebut diambil dari M Riduan (27), pria kelahiran  HSS yang bekerja sebagai karyawan swasta dan tinggal di Kompleks Herlina Perkasa Blok Berlian 6 Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin.

Kasatres Narkoba Polres Hulu Sungai Selatan, AKP Mufid, menunjukkan barang bukti sabu yang  disita dari tersangka Nor Halimah dan M Riduan, Rabu (10/7/2019)
Kasatres Narkoba Polres Hulu Sungai Selatan, AKP Mufid, menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka Nor Halimah dan M Riduan, Rabu (10/7/2019) (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Hasil pengembangan atas tertangkapnya Nor Halimah tersebut, Satres Narkoba Polres HSS pun berhasil menciduk M Riduan, 13 jam kemudian yaitu 1 Juli 2019, pukul 23.00 Wita. Tersangka Riduan tertangka di Hotel Pesona, Jalan Kayu Tangi Banjarmasin.

Berkat kejelian polisi yang menggeledahnya, barang bukti tiga paket sabu yang disembunyikan dalam dua potong roti berbentuk bulat pun ditemukan. “Dada dua bungkus sabu di temukn dalam di dua roti, dengan berat bersih 12,12 gram,”kata Mufid.

Baca: Isu Salmafina Sunan Pindah Agama Beredar, Sunan Kalijaga Ungkap Fakta Sebenarnya

Mengenai dari mana asal barang yang didapatkan Riduan, baik yang disita saat di hotel maupun dibawakan oleh kurir Nor Halimah, Mufid menyatakan masih melakukan pengembangan hasil penyelidikan.

“Yang jelas dari luar daerah, di pulau Jawa. Tapi siapa yang memasukkan ke Kalsel, masih dalam penyelidikan dan pengembangan,”katanya.

Selain menangkap kurir dan pengedar tersebut, juga telah ditangkap tiga tersangka penyalahgunaan narkoba lainnya. Mereka adalah Norfriadi, warga Jalan SIngakarsa Kandangan dengan barang bukti satu paket sabu seberat 0,24 gram, M Tafik Sinaga warga Desa Muara Banta Kandangan dengan barang bukti pipet kaca dan plastic berisi sisa sabu.

Anggota Satnarkoba Polres HSS, menunjukkan barang bukti sabu yang  disita dari tersangka Nor Halimah dan M Riduan di hadapan para undangan Peringatan HUT Bhayangkara ke-73 di halaman Polsek Kandangan Rabu (10/7/2019).
Anggota Satnarkoba Polres HSS, menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka Nor Halimah dan M Riduan di hadapan para undangan Peringatan HUT Bhayangkara ke-73 di halaman Polsek Kandangan Rabu (10/7/2019). (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Selanjutnya, tersangka  Akhmad Rizki Khairani, warga Desa Karasikan, Kecamatan Sungai Raya, HSS dengan barang bukti satu pipet kaca berisi sisa sabu, serta perlengkapan menghisap sabu. Sedangkan dari Saniah, warga Desa Bayanan yang tertangkap di pelabuhan Semangka, Daha Selatan, disita 600 butir dextro.

Dari empat kasus narkoba tersebut, barang bukti sabu yang disita dari para tersangka totalnya 39,81 gram. Sebagian dimusnahkan menggunakan blender dicampur air detergent, sebagian untuk pembuktian di Pengadilan Negeri Kandangan dan sebagian lagi dibawa ke BPOM untuk diperiksa.

Pemusnahan dilakukan Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad serta unsure Forkopinda, Kapolres HSS serta Ketua MUI HSS, serta tokoh masyarakat. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved