Berita Banjarmasin

Saat Jembatan Sungai Lulut Dikerjakan, Persoalan Kabel PLN dan PDAM Juga Harus Dibereskan

Untuk menyelesaikan persoalan kabel dan jaringan pdam Dinas PUPR Kalsel telah bersurat ke PLN dan PDAM

Saat Jembatan Sungai Lulut Dikerjakan, Persoalan Kabel PLN dan PDAM Juga Harus Dibereskan
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Jalan Martapura Lama di Jembatan Sungai Lulut pada jam tertentu selalu macet 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Aspek Utilitas semisal Kabel PLN dan PDAM menjadi hal yang harus diclearkan juga ketika mau menggarap jembatan Sungai Lulut yang mau dibongkar karena kondisi yang memprihatinkan.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Bina Marga, M Yasin Toyib, Selasa (9/7/2019) menjelaskan bahwa untuk keterkaitan aspek utilitas pihaknya sudah bersurat ke pihak terkait baik PLN dan PDAM.

"Ada respon dari PLN sudah keluar harga, yaitu Rp200 jutaan untuk pemindahan tersebut. Besaran itu menyebut perlu negosiasi ulang dengan pihak PLN untuk menyelesaikan, sebab Pemprov Kalsel harus mencari sumber pendanaan tambahan," lontarnya.

Pihaknya mengakui masih nego agar PLN mau mengurangi biaya pemindahan. " Kami merasa angka itu juga terlalu besar," kata Yasin.

Baca: Dikunjungi Unit Donor Darah PMI Tapin, Camat Tapin Utara Donorkan Darahnya

Baca: Hidup Dipasung Karena Gangguan Jiwa, Fauzan Dulunya Berstatus Mahasiswa Ternama di Bandung

Baca: Penyesalan Raffi Ahmad Setelah Jalani Pernikahan dengan Nagita Slavina Selama 5 Tahun

Baca: NEWSVIDEO : Pelepasan Jemaah Calon Haji Kloter 1 Embarkasi Banjarmasin

Lantas bagaimana dengan PDAM dan Telkom? Menurut Yasin pihak tersebut belum memberikan perhitungan kebutuhan biaya. Ia berharap pihak terkait mau bekerjasama, sebab proyek tersebut dalam rangka memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Meskipun tahapan lelang sudah selesai dan tanda tangan kontrak dengan penyesia jasa (kontraktor).

Proses pekerjaan harus tertunda karena belum sipanya sebagian lahan pergantian jembatan itu.

"Terkait Lahan yang menjadi tanggung jawab Pemko Banjarmasin sudah beres, tinggal yang menjadi tanggung jawab Kabupaten Banjar belum clean dan clear, " ujar Yasin.

Menurut Yasin, jembatan Sungai Gardu 1, Sungai Gardu 2, dan Sungai Lulut tersebut masuk dalam satu paket pekerjaan, sehingga bisa pengerjaan harus berbarengan.

Selain itu mengapa pengerjaan harus dibarengkan? Karena rekayasa lalu lintas juga menyatu, sehingga tidak mungkin dikerjakan satu persatu.
Bukan hanya permasalahan penyediaan lahan yang harus segera diselesailan, pemindahan utilitas juga menjadi pekerjaan yang harua dirampungkan.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved