Berita Banjarmasin

Sempat Tuai Protes, SMAN 2 Banjarmasin Terpaksa Tambah Satu Kelas Menjadi 13 Rombel

Tahun ajaran baru 2019/2020 nanti pihaknya hanya menyediakan 12 rombel dengan masing-masing jumlah siswa perkelasnya maksimal 36 orang.

Sempat Tuai Protes, SMAN 2 Banjarmasin Terpaksa Tambah Satu Kelas Menjadi 13 Rombel
Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizki Abdul Gani
Suasana daftar ulang di SMAN 2 Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sempat menuai protes atas pengumuman hasil kelulusan via online, Wakasek Humas SMAN 2 Banjarmasin, Yudo Sasangko mengaku kini persoalan tersebut telah rampung, Rabu (10/7/2019) tadi.

Melalui rapat yang digelar pihaknya dengan dihadiri langsung perwakilan Ombudsman Kalsel di SMAN 2 Banjarmasin Rabu sore tadi, adapun jalan yang mereka ambil yaitu tak ada jalan lain menambah rombongan belajar.

"Iya mau enggak mau, jalan diambil adalah menambah rombel," jelasnya.

Yudo mengatakan sebetulnya pada tahun ajaran baru 2019/2020 nanti pihaknya hanya menyediakan 12 rombel dengan masing-masing jumlah siswa perkelasnya maksimal 36 orang.

Namun lantaran tidak ada pilihan seiring telah keluarnya pengumuman hasil kelulusan online yang sempat menuai protes, kini pihaknya harus menambah satu kelas lagi hingga berjumlah 13 rombel.

" Jadi nanti total ada 13 kelas, yaitu terdiri dari 12 rombel untuk siswa reguler sedangkan sisanya kelas khusus atau KKO. Kondisi ini sebetulnya sama dengan siswa keluar tahun lalu. Tapi karena awalnya kami ingin mengurangi di tahun ini, dan ternyata dihadapkan dengan kondisi tadi, ya harus kembali kaya tahun lalu, " jelasnya.

Namun terlepas itu dari ia juga memastikan dari sebanyak 54 wali siswa yang semula menyuarakan protes, kini semuanya telah terakomodir.

Bahkan Rabu sekitar pukul 8.00 tadi sebanyak sekitar 24 siswa telah melakukan daftar ulang di SMAN 2 Banjarmasin, guna menghadapi tahun ajaran baru.

" Ya jadi total ada 54. Ini terdiri dari 40 orang murni namanya terdaftar di via online SMAN 2 Banjarmasin. Sedangkan sisanya terdaftar ganda di sekolah lain. Tapi mereka juga sudah teakomodir, baik ada yang memilih tetap masuk ke sekolah kami maupun ke sekolah lain, " jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/Gha) 

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved