Selebrita

5 Etika Jenguk Pasien Penderita Kanker Otak Seperti Agung Hercules, Cara Baim Wong Sudah Benar?

Ini 5 etika menjenguk pasien kanker, termasuk kanker otak seperti Agung Hercules harus diperhatikan. Cara Baim Wong sudah benar?

5 Etika Jenguk Pasien Penderita Kanker Otak Seperti Agung Hercules, Cara Baim Wong Sudah Benar?
instagram agunghercules88
Agung Hercules berfoto bersama keluarga 

"Kalau *** gimana?" tanya sang CEO.

"Nanti gua pun bilangnya dari Si Gesit dan Si Cepat. Aman aja bro, nanti tinggal gua cari cara penyampaiannya gimana," jawab Baim Wong.

Ketika Baim Wong masuk ke dalam rumah Agung Hercules, sang penyanyi sedang berada di dalam kamar tidurnya.

Baim Wong lantas duduk di tempat tidur di samping Agung Hercules.

Ia kemudian mengeluarkan kantong warna putih yang di dalamnya berisi kotak warna coklat berisi uang.

"Ini titipan dari si Cepat. Alhamdulillah, uang saku untuk berobat," ujar Baim Wong.

Agung Hercules hanya mengangguk-angguk seolah mengerti dengan perkataan Baim Wong.

"Terima kasih," jawab istri Agung Hercules yang rupanya merekam video tersebut.

Lantas, Baim Wong pun berjabat tangan dengan Agung Hercules.

Agung Hercules membalas jabatan tangan Baim Wong.

"Sehat bro. Semoga cepat sembuh, semangat !" ujar Baim Wong.

"Amin," ujar istri Agung Hercules.

"Ya," jawab Agung Hercules sambil menunjukkan tanda oke lewat jempol di tangan kirinya.

Baim Wong kemudian mencium tangan Agung Hercules.

Agung Hercules kemudian ikut menunduk dan mencium tangan Baim Wong.

Setelah itu, Baim Wong juga menunjukkan barang lainnya yang disebutnya amanah.

"Ini amanah, dosa kalau gak disampaikan," ujar Baim Wong.

Sayangnya, Baim Wong tak memperlihatkan amanah yang dimaksudnya lewat baranh tersebut.

Setelah itu, Baim Wong pamit pulang.

Ketika tiba di mobil, Baim Wong meminta maaf karena melarang tim Bapau untuk meliput dan merekam Agung Hercules.

"Saya juga gak mau dikasihanin sama orang, saya kalau ada orang dateng kasihan sama saya, lebih baik saya gak usah ketemu," ujar Baim Wong.

Lantas, Baim Wong menceritakan ketika tim Bapau memaksa masuk dan merekam momen ketika jenguk Agung Hercules, sehingga membuat Baim Wong membentaknya.

"Tadi juga ada kejadian pas saya mau masuk, saya bentak tadi ada timnya kita juga karena dia berbondong-bondong bawa kamera ke dalam.

Ada 2 kamera, jadi 5 orang. Jadi seolah-olah gue yang niat rekam. Mungkin tadi ada salah komunikasi, saya sudah minta tunggu di mobil, ternyata mereka ikut berduyun-duyun bawa kamera," ucap Baim Wong.

Menurut Baim Wong, alasan ia membentak tim Bapau ini adalah tak ingin ambil kesempatan jadikan jenguk orang sakit sebagai konten.

"Saya takut dikira ambil kesempatan jenguk orang sakit, kayaknya gak pada tempatnya," ujar Baim Wong.

Lebih lanjut, Baim Wong juga enggan menceritakan kondisi terkini Agung Hercules.

Ia hanya meminta doa saja untuk kesembuhan Agung Hercules.

"Saya gak akan ngasih tahu kondisinya seperti apa.

Doain aja. Saya minta doanya semoga mas Agung sehat. Istrinya juga minta doanya. Gak perlu bilang kondisinya, karena takut ada persepsi berbeda," ujar Baim Wong.

Setelah itu, Baim Wong dan Nenek Iro pun membacakan surat Al Fatihah untuk Agung Hercules.

Baca: Kondisi Terkini Hilda Vitria Seusai Dilupakan Kriss Hatta & Billy Syahputra, Curhat Lewat Lagu Ini?

Etika Menjenguk Pasien Kanker

Menjenguk orang sakit bisa menjadi media untuk mempererat hubungan, sekaligus memberitahukan pasien bahwa Anda peduli padanya.

Anda pun diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi agar pasien bisa segera pulih menjalani pengobatan dan segera sembuh.

Namun, berhati-hatilah, tujuan mulia ini kadang bisa berdampak sebaliknya jika Anda tak mengerti etika menjenguk orang sakit.
Mengutip Klikdokter.com, perhatikan beberapa hal penting di bawah ini.

1. Jangan menjenguk saat sedang sakit

Menurut dr. Sara Elise Wijono, Mres, dari KlikDokter, pasien kanker biasanya diobati dengan tindakan kemoterapi. Setelah kemoterapi, daya tahan tubuh mereka akan lebih menurun ketimbang sebelumnya.

“Apabila Anda sedang sakit juga, misalnya flu berat, sebaiknya tunda dulu keinginan Anda untuk menjenguk pasien karena mereka akan mudah tertular oleh virus akibat daya tahan tubuh yang rendah,” jelas dr. Sara.

Dilansir dari Reader’s Digest, bakteri dan virus yang Anda bawa juga bisa menular ke petugas medis yang bertanggung jawab untuk merawat pasien kanker. Sehingga, hal itu tentu bisa menular juga kepada pasien kanker.

2. Tidak membawa anak di bawah usia 12 tahun

Selain itu, dr. Sara juga menyarankan agar Anda tidak membawa anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun karena daya tahan tubuh mereka belum optimal. Lagi pula, anak-anak usia tersebut belum terlalu memahami kondisi bahwa di rumah sakit tidak boleh melakukan aktivitas yang gaduh atau mengganggu. Sehingga, hal tersebut bisa mengganggu ketenangan pasien kanker yang sedang istirahat, meskipun maksud anak baik ingin mengajak bercanda.

3. Tak perlu membawa buah tangan berlebih

Pasien kanker umumnya memiliki diet yang ketat sesuai kondisinya. Tak perlu membawa berbagai jenis makanan, camilan, termasuk buah. Ingat, Anda bukan merencanakan piknik. Buah memang baik dikonsumsi orang sakit. Namun, ada beberapa jenis buah yang dilarang untuk dikonsumsi, terutama bagia pasien yang menderita komplikasi. Selain itu, terkadang pasien ingin ruang di sekitarnya tidak terlalu banyak barang karena membuat suasana kurang nyaman.

Bila Anda tetap ingin membawa makanan, sebaiknya secukupnya saja dan tujukan makanan tersebut untuk anggota keluarga yang menunggu atau ikut merawat pasien.

4. Tak perlu membawa bunga

Tak sedikit orang yang memberikan karangan bunga saat menjenguk pasien, mungkin tujuannya untuk penghias ruangan. Padahal, menurut dr. Sara, bunga segar yang diletakkan terlalu lama di dalam ruangan bisa menyimpan spora jamur yang berisiko menginfeksi pasien, terutama pasien kanker paru.

5. Jangan ucapkan ini kepada pasien kanker

Mungkin ada pengalaman atau cerita seputar kanker, Anda jadi tak berhenti mengoceh dan tanpa sadar membuat pasien yang Anda jenguk jadi down atau makin stres. Padahal, pasien kanker butuh suasana hati yang bahagia agar penyakitnya tidak bertambah parah. Oleh karena itu, dilansir dari Dayton Daily News, hindarilah ucapan-ucapan seperti ini:

“Kamu pasti bisa melewati ini. Aku saja bisa, kok, menjadi survivor kanker selama beberapa tahun.”

Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, sehingga Anda tidak boleh membandingkannya. Maksud hati ingin menyemangati, tapi ucapan ini bisa membuat pasien tidak nyaman dan semakin insecure dengan kondisinya karena takut tidak bisa sekuat Anda.

“Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya.”

Kecuali Anda tahu apa hikmahnya, lebih baik jangan ucapkan. Jika Anda mengucapkan kalimat tersebut, pasien bisa jadi kepikiran, atau bisa juga menyesali dan memikirkan hal-hal rumit yang seharusnya dihindari agar kondisinya tidak menurun.

“Kamu terlihat segar, kok.”

Semua pasien tahu, apalagi pasien kanker, kondisinya pasti tampak pucat dan tidak sesegar dulu. Jadi, ucapan tersebut hanya akan membuat Anda tampak ingin menyenangkan hatinya.

Padahal, biasanya pasien kanker ingin diterima apa adanya tanpa harus terlalu dibedakan atau disemangati secara berlebihan.

Baca: Sakit Raffi Ahmad & Olga Syahputra Memang Mirip? Kecemasan Suami Nagita Slavina Dijawab sang Dokter

Baca: Konten Pornografi Terindikasi Juga Ada di Youtube Rey Utami & Pablo Selain Kasus Fairuz A Rafiq

(banjarmasinpost.co.id/Noor Masrida)

Penulis: Noor Masrida
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved