Berita Banjarbaru

Dibawa ke Pengadilan, Tiga PSK Prostitusi Online Diganjar Tiga Bulan Masa Percobaan Setahun

Tiga pelaku prostitusi online yang diamankan di kawasan Komplek Maria Jl Pandu disidangkan kasusnya di PN Banjarbaru

Dibawa ke Pengadilan, Tiga PSK Prostitusi Online Diganjar Tiga Bulan Masa Percobaan Setahun
Dari Satpol PP Banjarbaru untuk BPost
Suasana sidang tipiring di PN Banjarbaru terhadap 3 psk prostitusi online 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU-Tiga Pekerja Seks Komersial (PSK) online yang diamankan di kawasan Komplek Maria Jl Pandu, Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring), Kamis, (11/7/2019).

Sidang tipiring terkait Pasal 3 ayat (1) huruf b Perda No 6 tahun 2002 tentang pemberantasan pelacuran ini dipimpin hakim Wilgania Ammolia, Panitera Rudy Frayatno, Jaksa Indra dan penyidikan Satpol PP Heru Suseno.

Pada sidang tipiring ini, tiga tersangka yang dihadirkan cukup koperatif dan mengakui telah melakukan kegiatan prostitusi online.

Para tersangka mengaku melakukan Prostitusi Online dengan menggunakan aplikasi WeChat. Para tersangka sering menjajakan lewat Status BO (Boking Order) dengan rata - rata Rp.250.000 sekali transaksi.

Baca: Tur Tiga Klub, Martapura FC Boyong 18 Pemain Minus Engkus

Baca: Kejadian Mistis di Kamar Ayu Ting Ting, Teman Ivan Gunawan Ungkap Ini pada Ria Ricis

Baca: Jaringan Pengedar Narkoba Asal Aceh Ditangkap, BNN Kalteng Sita 1 Kg Sabu Dalam Sepatu

Baca: Penampilan Annisa Pohan & Aliya Rajasa Disorot Saat Pengajian Ani Yudhoyono, Menantu SBY Cantik!

Dalam seminggu, mereka bisa melakukan transaksi dengan para lelaki hidung belang tiga hingga empat orang.

Kasat Pol PP Banjarbaru H.Marhain Rahman melalui PPNS Yanto Hidayat mengatakan hakim memutuskan ketiga tersangka dengan inisial ND, JA dan NL dengan hukuman kurungan selama tiga bulan dengan masa percobaan satu tahun.

"Ketiganya menerima sesuai dengan putusan hakim yang telah dijatuhkan," katanya.

Tiga PSK online yang diamankan Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru melalui Seksi Operasi dan Pengendalian memasang tarif Rp250 ribu.

Dengan menggunakan aplikasi Wechat, mereka melakukan transaksi dengan pelanggannya.

Dalam percakapan melalui aplikasi tersebut, mereka dengan terang-terangan memasang tarif sekitar Rp 250 ribu dan membayar Rp50 ribu tiap kali kencan kepada penyedia tempat.

Halaman
12
Penulis: Aprianto
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved