Berita Regional

Diduga Serang Anak-anak di Kota Medan, Begini Ciri Virus Flu Singapura

Serangan penyakit diduga Flu Singapura saat ini menyerang anak-anak di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Diduga Serang Anak-anak di Kota Medan, Begini Ciri Virus Flu Singapura
Tribun Medan
Virus flu singapura yang dialami oleh anak-anak yang menimbulkan bintik-bintik merah dan berisi seperti air. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MEDAN - Serangan penyakit diduga Flu Singapura saat ini menyerang anak-anak di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Di sejumlah kecamatan penyakit yang ditandai dengan bintik-bintik berair, demam tinggi, dan sariawan di dalam mulut, tangan, serta kaki telah menyerang sejumlah anak.

Penyakit flu Singapura adalah infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Dimana, penyakit ini menyerang anak-anak.

Penyakit flu Singapura ini juga dikenal dengan penyakit mulut dan kaki Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) yang memiliki ciri-ciri seperti bintik-bintik berair, demam tinggi, dan sariawan di dalam mulut, tangan, serta kaki.

Salah seorang warga Jalan Luku, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Nita (30) mengatakan bahwa awalnya dua anaknya Ray (3) dan Jihan (2) tahun terkena deman pada Minggu (2/6/2019) lalu setelah bermain dengan teman sebayanya yang masih ada hubungan saudara, yang datang kerumah.

Baca: Bagus Saputra Ungkap Kelakukan Barbie Kumalasari, Kasih Bukti Istri Galih Ginanjar Sering Video Call

Baca: Respons Dewi Perssik Saat Disebut Akan Cerai, Angga Wijaya Pun Sempat Kaget

Baca: Sikap Aneh Barbie Kumalasari Saat Galih Ginanjar Tersangka, Rey Utami & Pablo Benua Menyusul?

Baca: Sikap Tak Terduga Baim Wong Saat Jenguk Agung Hercules yang Kena Kanker Otak, Sempat Bentak Kru

Semula anak perempuannya yang terkena, kemudian menular ke abangnya. Kecurigaan terkena flu singapura muncul setelah anak sepupunya diduga kena cacar air, tapi dirinya tidak melihat secara langsung cacar airnya itu seperti apa.

"Mereka awalnya main-main biasa. Sehari berselang kemudian besoknya anak saya demam tinggi. Terus nampak keluar satu binyik merah. Aku kira awalnya cacar air. Tapi kok cacar air agak-agak gede dan tumbuhnya hanya ditelapak tangan, kaki, lutut dan bibir serta badan bagian perut," kata Nita, Rabu (10/7/2019).

"Anak yang paling kecil awalnya yang kena. Habis itu besoknya tertular ke abangnya. Gejalanya deman panas sampai 39 derajat celsius. Pas sudah keluar semua bintik merah yang seperti ruam berisi air lalu demamnya turun. Tapi enggak sampai pecah bahkan sampai sekarang masih ada bekasnya. Jadi anak saya tiga hari demam terus seminggu kemudian baru kempes bintik merahnya. Karena waktu bintik merah itu ada, dia mijak pun agak sakit," sambungnya.

Nita menjelaskan bahwa dari semua bintik merah yang ada di tubuh anaknya yang diduga terjangkit virus flu singapura itu, tidak ada satupun bintik yang pecah. Karena bintik merah itu agak tebal dan setelah seminggu dia kempes sendiri.

Saat kejadian itu, karena suhu panas anaknya tinggi, Nita yang khawatir langsung membawa anaknya untuk berobat ke klink dekat rumah.

Russell yang menggaruk-garuk kakinya karena gatal akibat flu singapura.
Russell yang menggaruk-garuk kakinya karena gatal akibat flu singapura. (Tribun Medan)
Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved