Berita Kalteng

Dukung Kalteng Bebas Kabut Asap 2019, Kapuas Intensifkan Upaya Pencegahan Dini Karhutla

Memasuki musim kemarau salah satu fenomena atau bencana yang sering terjadi di Indonesia adalah Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla).

Dukung Kalteng Bebas Kabut Asap 2019, Kapuas Intensifkan Upaya Pencegahan Dini Karhutla
DOK/BPBD Kapuas
Saat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas Kalteng pada 2018 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Memasuki musim kemarau salah satu fenomena atau bencana yang sering terjadi di Indonesia adalah Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla).

Informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) bahwa mulai bulan Juni 2019 adalah awal dari musim kemarau dan akan mencapai puncaknya pada bulan Juli sampai dengan September 2019.

Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah berkomitmen bersama-sama untuk mewujudkan “Kalteng Bebas Kabut Asap Tahun 2019”.

Sesuai dengan Hasil Kesimpulan Rapat Koordinasi Penetapan Status Bencana Karhutla di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah pada tanggal 29 April 2019 yang lalu.

Sehubungan dengan hal tersebut, Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat melalui surat dengan Nomor : 360/727/BPBD.2019 meminta kepada seluruh Camat, Kepala Desa/Lurah se Kabupaten Kapuas untuk memperhatikan beberapa hal sebagaimana rilis diterima, Kamis (11/7/2019).

Baca: Lahan Batibati Tanahlaut Kembali Terbakar Satu Hektare, Pagi Hari Karhutla Terjadi di Jorong

"Di antaranya mengintensifkan upaya pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya masing-masing dengan melakukan sosialisasi, penyuluhan dan imbauan kepada masyarakat," katanya.

Imbauan yang dimaksud dengan meminta kepada masyarakat pemilik lahan agar membersihkan dan memanfaatkan lahan-lahan terlantar yang menjadi miliknya untuk usaha-usaha yang produktif serta tidak membakar lahan secara sembarangan terutama pada musim kering/kemarau saat ini.

Selanjutnya, mengaktifkan Satgas Penanganan Karhutla di kecamatan dan desa dengan melibatkan Tripika, Babinsa/Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, pemuda dan relawan.

Serta secara rutin bersama-sama melakukan pemantauan ke wilayah-wilayah yang rawan terjadi karhutla dengan melakukan tindakan cepat, merespon sekecil apapun informasi yang diperoleh agar api tidak meluas yang akhirnya akan sulit untuk ditangani.

Saat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas pada 2018 lalu.
Saat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas pada 2018 lalu. (DOK/BPBD Kapuas)

Kemudian, memberdayakan masyarakat untuk bahu membahu melakukan pemadaman jika terjadi karhutla.

Halaman
12
Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved