Berita HST

Hasil Pelanggaran Administrasi Jadi Barang Bukti, DPD PKS Persoalkan Hasil Pemilu Legislatif 2918

DPD PKS Hulu Sungai Tengah menggugat Pantia Pemilihan Kecamatan Haruyan terkait hasil pemilu yang tidak sesuai.

Hasil Pelanggaran Administrasi Jadi Barang Bukti, DPD PKS Persoalkan Hasil Pemilu Legislatif 2918
Hanani
Ketua KPU HST Johransyah saat serah terima berkas pendaftaran bakal calon anggota legislatif dari sejumlah partai politik beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Laporan DPD PKS Hulu Sungai Tengah ke Mahkamah Konstitusi bakal disidangkan Jumat (10/7/2019) di Jakarta. 

DPD PKS Hulu Sungai Tengah menggugat Pantia Pemilihan Kecamatan Haruyan terkait hasil pemilu yang tidak sesuai.

Politikus PKS Hulu Sungai Tengah, Faqih Jarjani, menjelaskan hasil putusan dari Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengenai pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh Pantia Pemilihan Kecamatan Haruyan dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Hulu Sungai Tengah  akan menjadi satu dari alat bukti yang akan dibeberkan di MK.

"Kami tak lagi menyoal pelanggarannya. Tapi yang kami soal adalah hasilnya," bebernya.

Baca: Sidang Perdana Laporan DPD PKS Soal Pelanggaran Administrasi KPU HST dan PPK Haruyun Digelar Jumat

Dengan alat bukit yang dikumpulkan ia berharap hasil yang terbaik dari putusan MK nanti.

Selain itu, pihaknya juga berencana akan melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Alat bukti yang bakal diajukan yakni berupa putusan dari Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang menyatakan terlapor Panitia Pemilihan Kecamatan Haruyan melanggar administrasi karena tidak mencatat kejadian khusus di form DA2.

Kemudian putusan lainnya yakni, menyatakan terlapor 2 Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Hulu Sungai Tengah melanggar administrasi karena tidak menunda penandatanganan rekapitulasi atas permintaan Badan Pengawas Pemilu untuk melaksanakan sidang administrasi cepat.(Banjarmasinpost.co.id/ Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved