Berita Banjarbaru

Ingin Lihat Pengelolaan Hutan Secara Arif, Dosen Netherland Kunjungi Hutan Lindung Liang Anggang

Sebanyak empat orang dosen dan mahasiswa Vanhall Larenstein University Netherland datang mengamati aktivitas binaan Dinas Kehutanan Kalsel ini

Ingin Lihat Pengelolaan Hutan Secara Arif, Dosen Netherland Kunjungi Hutan Lindung Liang Anggang
Dari Dinas Kehutanan Kalsel untuk BPost
Sebanyak empat orang dosen dan mahasiswa Vanhall Larenstein University Netherland datang mengamati aktivitas binaan Dinas Kehutanan Kalsel ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID MARTAPURA - Kelompok Tani Hutan (KTH) MPG Suka Maju Hutan Lindung Liang Anggang, dikunjungi tamu istimewa.

Sebanyak empat orang dosen dan mahasiswa Vanhall Larenstein University Netherland datang mengamati aktivitas binaan Dinas Kehutanan Kalsel ini.

Ikut serta dalam kunjungan belajar tersebut, dari KPH Kapuas 2 orang, Balai Penelitian LHK Bogor 1 orang dan dari BP2LHK Banjarbaru 1 orang.

Adapun lokasi yang dikunjungi, yaitu lokasi budidaya lebah madu/ lebah kelulut, agroforestry, lokasi pembibitan, sekretariat MPG Suka Maju, sekat kanal, kebun nanas, tanaman sengon dan tempat pembuatan pupuk organik biotara.

Baca: Lihat Kondisi Musala Rusak Dimakan Usia, Koramil Martapura Terjunkan Personel Perbaiki Musala

Baca: Jadwal Piala Super Eropa 2019 Liverpool vs Chelsea : The Reds Incar Juara Keempatnya

Baca: Anehnya Wajah Pablo Benua & Rey Utami Saat Ditetapkan Tersangka Kasus Fairuz Disorot Hotman Paris

Baca: Dukung Kalteng Bebas Kabut Asap 2019, Kapuas Intensifkan Upaya Pencegahan Dini Karhutla

Salah satu tujuan kunjungan tersebut adalah sebagai pembelajaran dimana dalam hal ini pemanfaatan sumber daya lahan gambut menjadi optimal dalam pengelolaan dan pemanfaatannya.

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, diwakili Bidang PMPPS bersama dengan Universitas Lambung Mangkurat selaku pembina dari kelompok tani hutan, ikut mendampingi kegiatan kunjungan belajar tersebut.

Peter, dosen Vanhall Larenstein University Netherland mengatakan, kedatangan mereka ingin mengamati pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan yang arif, hingga dapat menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya gambut.

"Kami ingin melihat peran dari kelompok tani dalam pengelolaan hutan dengan penerapan agroforestry, serta bagaimana peningkatan pendapatan petani dihubungkan dengan program restorasi gambut dan bagaimana peran pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat," jelasnya.

Peter menuturkan, banyak inovasi yang telah dilakukan KTH MPG Suka Maju Hutan Lindung Liang Anggang. Begitu juga peran pemerintah dalam membantu peningkatan perkembangan kelola usaha.

Baca: Dibantu 2600 Listrik Tenaga Surya, Masyarakat Pelosok di Kotabaru Bakal Nikmati Listrik

Baca: as Pebalap Indonesia Robby Sakera Dibobol Maling di Bandara, Terpaksa Lomba Pakai Wearpack Lama

Baca: Terbongkar Lagi! Kebohongan Istri Galih, Barbie Kumalasari Soal Toko Berlian Diungkap Pemilik Toko

Suparman, ketua KTH setempat, menjelaskan hal yang menjadi tantangan kelompok tani hutan dalam memadukan keinginan kelompok tanpa melupakan kaidah-kaidah dalam program restorasi gambut yang sudah seharusnya berjalan.

Dengan adanya kunjungan dari perguruan tinggi luar negeri ini, diharapkan dapat meningkatkan pola pikir dan pemahaman warga untuk melestarikan dan memanfaatkan lahan gambut.

(banjarmasinpost.co.id/nurholis huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved