Berita Nasional

Kalau Indonesia Berhasil Pindahkan Ibu Kota Bakal Cetak Sejarah, Kok Bisa? Ini Penjelasannya

Indonesia bakal mencetak sejarah menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public Pr

Kalau Indonesia Berhasil Pindahkan Ibu Kota Bakal Cetak Sejarah, Kok Bisa? Ini Penjelasannya
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro saat wawancara di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Indonesia bisa mencetak sejarah menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP) dalam hal pemindahan ibu kota negara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

"Mungkin kalau dikatakan (Indonesia jadi yang) pertama bisalah, karena toh namanya (skema) PPP kan baru," ujar Bambang.

Bambang menambahkan, skema KPBU atau PPP baru belakangan ini digunakan. Sementara itu, sejumlah negara yang pernah memindahkan ibu kotanya saat itu belum ada skema KPBU atau PPP.

Baca: Ini 4 Fakta Gubernur Riau Kena OTT KPK di Kepri, Amankan Nurdin hingga Uang 6.000 Dollar Singapura

Baca: Pengakuan Kriss Hatta, Tak Pernah Cintai Hilda Vitria dan Nikahi Eks Billy Syahputra, Hamil Duluan?

Baca: Hari Ini Harga Tiket Murah Pesawat Citilink dan Lion Air Sudah Berlaku, Catat Ini Daftar Rutenya

Atas dasar itu, Bambang mengatakan, jika Indonesia menggunakan skema tersebut untuk membangun ibu kota baru bisa menjadi negara pertama di dunia.

"Tadi kebetulan sempet ngobrol dengan Dubes Brasil, ketika Brasil pindahkan ibu kota ke Brasilia itu kan sudah 60 tahun yang lalu, mereka belum ada skema PPP. Di dunia pun mereka masih jarang. Sekarang ini PPP udah jd suatu hal yang lumrah, yang biasa dilakukan," kata Bambang.

Bambang menjelaskan, pemerintah ingin mengajak pihak swasta dalam membangun ibu kota baru agar tak membebani APBN. Dengan begitu, APBN Indonesia bisa digunakan untuk kepentingan lainnya.

"Jadi artinya kita jangan sampai terpaku seolah-olah hanya budget (dari APBN) yang bangun negara ini. Harus cari yang kreatif untuk bisa dapatkan sumber pembiayaan yang lain," ucap dia.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved