Berita Banjarbaru

Kalsel Akan Kedatangan 1.200 Tentara dan 300 Polisi untuk Penanganan Karhutla, Ini Tujuannya

Penanganan penegakan hukum Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama 2015-2019 yang ditangani Satuan Tugas (Satgas) Hukum ada kecenderungan menurun.

Kalsel Akan Kedatangan 1.200 Tentara dan 300 Polisi untuk Penanganan Karhutla, Ini Tujuannya
banjarmasinpost.co.id/nurholishuda
Kepala BPBD Kalsel Wahyuddin memberikan penjelasan soal Karhutla di Kalsel dalam rapat koordinasi lintas sektor di Pemprov Kalsel Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -  Penanganan penegakan hukum Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama 2015-2019 yang ditangani Satuan Tugas (Satgas) Hukum ada kecenderungan menurun.

Wadirreskrimsus Polda Kalsel, AKBP, Sugeng Riyadi, menjelaskan paling banyak adalah kejadian di 2015 dimana ada sebanyak 16 kasus sidik dan diputus di pengadilan Lima kooporasi 11 perorangan. Dimana luasan yang terbakar dari kasus kooporasi itu sebanyak 196.512 hektar.

Berlanjut ke 2016 ada dua kasus Perorangan (2.331 hektar). Kemudian di 2017 ada dua kasus perorangan dengan luasan 8.290 hektar. Kemudian di 2018 ada dua kasus perorangan dengan luasan 98.637 hektar.

"Tahun 2019 ini masih belum ada masuk diproses dalam satgas hukum," kata Sugeng di dalam rapat koordinasi penanganan bencana daerah Karhutla di Kantor BPBD Kalsel, Kamis (11/7/2019).

Dijelaskan dia, tren penurunan ini adalah juga keberhasilan Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk tiap tahun.

Selain itu, dia juga memaparkan ada aplikasi Berantas Kebakaran hutan dan lahan (Bekantan) yang mana bisa digunakan untuk koordinasi dan penanganan Karhutla secara efektif.

Baca: Dukung Kalteng Bebas Kabut Asap 2019, Kapuas Intensifkan Upaya Pencegahan Dini Karhutla

Karena dalam aplikasi itu mengitegrasika peta sebaran hotspot melalui BMKG dan pelaporan bagi warga yang melihat api.

Dia beraharp di tahun ini lebih pencegahan sehingga tidak ada yang sampai proses hukum.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin Noor menjelaskan dari data 2018, dari Januari-Desember terekam luasan lahan yang paling banyak terbakar adalah di kawasan Martapura
dengan luasan 854,4 hektar dengan kejadian 160 kali kebakaran.

"Kalau di Banjarbaru memang kejadian paling banyak dengan 253 kali kejadian tapi luasan lahannya masih lebih luas Kabupaten Banjar di mana Banjarbaru hanya 650 hektar," tandas Wahyuddin.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved