Berita Banjarmasin

Kalsel Tanpa Batu Bara Sebagai Sumber Energi? Begini Alternatifnya Menurut Dinas ESDM

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) optimis walau tanpa batu bara, Kalsel akan tetap dapat cukupi kebutuhan energinya.

Kalsel Tanpa Batu Bara Sebagai Sumber Energi? Begini Alternatifnya Menurut Dinas ESDM
istimewa
Aktivitas ekspor batubara di Perairan Tabunio Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Walau sulit dibayangkan, namun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) optimis walau tanpa batu bara, Kalsel akan tetap dapat cukupi kebutuhan energinya.

Energi dari pembangkit tenaga angin digadang bisa gantikan peran batubara dan pembangkit listrik tenaga uap yang jadi tulang punggung energi Kalsel puluhan tahun belakangan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Kalsel, Sutikno usai hadiri Rapat Pansus Raperda Rencana Umum Energi Daerah (RUED) di Gedung Kantor DPRD Provinsi Kalsel, Kamis (11/7/2019).

Dijelaskan Sutikno, ada beberapa daerah di Kalsel yang potensial menjadi lokasi pembangkit energi angin dengan total potensi energi listrik sebesar 1.400 Megawatt.

Energi sebesar itu menurutnya bisa dihasilkan dari dua lokasi pembangkit tenaga angin yang dihasilkan dari kumpulan pembangkit yang manfaatkan tekanan tenaga angin empat sampai delapan meter perdetik

Baca: Api dari Kayu Bakar Menyambar Sepeda Motor di Kandangan, Yusuf Pun Luka Bakar dan Rumahnya Hangus

Jumlah tersebut menurut Sutikno jauh lebih besar dibanding kebutuhan energi Kalsel saat ini di kisaran 700 Megawatt.

"Jadi kalau di kerjakan betul walau batubara kita habis, Kalsel masih punya penghasil energi. Apalagi kalau energi angin ini tidak ada efek gas rumah kacanya dan ramah lingkungan," kata Sutikno.

Selain energi angin, masih banyak segudang potensi pembangkitan energi lainnya yang dinilainya bisa saja gantikan peran batubara seperti biomassa maupun energi surya.

"Contoh lain dari cangkang kelapa sawit itu bisa hasilkan kalori sekitar 3.000 setara dengan batubara muda," tambahnya.

Menurut Ketua Pansus Raperda RUED, H Riswandi, tidak salah jika Kalsel saat ini bertumpu pada batubara sebagai sumber energi karena Kalsel sebagai daerah nomor dua penghasil batubara paling besar di Indonesia.

Baca: Tim Penilai Lihat Langsung Sayuran Milik Warga, Desa Kambitin Raya Masuk 6 Besar Tingkat Nasional

Namun jika digunakan tanpa kontrol dan perencanaan yang matang memikirkan masa depan, Ia khawatir Kalsel belum berhasil ciptakan sumber energi baru tepat pada waktunya.

"Kalau dipakai gila-gilaan tanpa perencanaan, nanti saat sudah habis kita belum siap beralih tentu repot," kata H Riswandi.

Karena itu salah satu fungsi Raperda RUED nantinya setelah menjadi Perda akan mengatur penggunaan, pemanfaatan dan pola pemakaian sumber energi untuk berikan waktu persiapan pematangan sumber energi baru.

"Kalau pola sekarang ini apalagi pemerintah pusat naikkan kuota batubara terlalu cepat bisa habis di 2035. Kita mau setidaknya ini bisa sampai 2050," kata H Riswandi. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved