Mereka Bicara

Keluarga: Antara Pilar Negara dan Gadget

Sejak ditetapkan pemerintah melalui dasar hukum Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 34 Tahun 2014, puncak perayaan Hari Keluarga Nasional

Keluarga: Antara Pilar Negara dan Gadget
THINKSTOCK.COM
ibu dan anak 

Oleh: Usluddin, Mahasiswa Magister Sosiologi Universitas Hasanuddin Makassar

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejak ditetapkan pemerintah melalui dasar hukum Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 34 Tahun 2014, puncak perayaan Hari Keluarga Nasional akan diperingati di Kota Banjarmasin hari Sabtu tanggal 6 Juli 2019.

Ada pun tema yang diusung adalah “Cinta Keluarga, Cinta Terencana”. Ada banyak agenda yang menjadi rangkaian perayaan momen berharga ini, kesemuanya itu akan ditujukan demi terpenuhnya fungsi dan peran sebagaimana mestinya.

Peran sentral keluarga sebagai institusi nonformal bagi anak guna mendapatkan pengetahuan, pendidikan dan proses sosialisasi lingkungan masyarakat menjadi sangat urgen dilakukan. Hal ini dikarenakan anak akan mendapatkan banyak pelajaran berharga dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak dimasa depan. Saking pentingnya peran keluarga, Rasulullah Muhammad SAW sangat menganjurkan hal ini dengan menekankan bahwa keluarga adalah madrasah pertama bagi tumbuh kembang anak. Seorang akan yang dididik dalam lingkungan keluarga yang harmonis, besar kemungkinan akan menjadikan pribadi yang santun dan soleh. Begitu pun sebaliknya, seorang yang akan dididik dalam keluarga disharmonis maka anak tersebut besar kemungkinan menjadi pribadi yang buruk. Meskipun rumus ini tidak selamanya berlaku.

Fungsi dan Sejarah Keluarga

Ada beberapa fungsi yang harus dijalankan dalam sebuah keluarga, sebagai berikut: fungsi edukasi, fungsi sosial, fungsi agama, fungsi perlindungan.

Fungsi edukasi, keluarga harus bisa menjamin semua anggota keluarga mendapatkan akses pendidikan yang layak. Fungsi sosial mengharuskan anak bisa bersosialisasi secara baik di lingkungan sekitar. Fungsi agama, keluarga harus mampu memberikan pemahaman agama yang diyakini bagi anak. Fungsi perlindungan, keluarga harus memastikan anggota keluarga (khususnya anak) bisa hidup merdeka dan bebas dari rasa intimidasi dan rasa takut. Jika semua fungsi ini bisa berjalan dengan baik maka akan tercapai sebuah kondisi keluarga bahagia dan sejahtera seperti yang digariskan dalam Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009.

Sejarah mencatat, peran keluarga menjadi bagian dari percaturan kehidupan berbangsa dan bernegara tidak diragukan lagi. Meski hanya entitas kecil, sebuah keluarga mampu memainkan peran yang sangat vital tersebut. Sebab kehidupan bernegara dalam arti yang lebih luas, merupakan gabungan dari beberapa unit keluarga untuk hidup, berserikat dan sepakat menjalankan aturan perundangan-undangan demi kebaikan bersama.

Dalam Islam, banyak amalan yang terinspirasi dari kisah tatanan keluarga para nabi atau umat terdahulu. Misalnya ibadah Qurban, merupakan upaya tapak tilas terhadap perjuangan keluarga Nabi Ibrahim yang bertahun-tahun tidak dikarunia anak. Namun ketika Allah memberikan Musa diumur yang sudah udzur, justru mendapatkan wahyu untuk menyembelihnya. Pergolakan bathin bagi seorang Ibrahim yang sudah memasuki usia senja tentu saja menjadi gejolak luar biasa. Disatu sisi menginginkan Musa sebagai pelanjut generasi kenabian, tapi disisi lain juga tetap ingin menjadi hamba yang patuh dengan titah Tuhannya.

Kisah lain yang tak kalah penting tentang sejarah sumur air zam-zam. Air zam-zam satu-satunya mata air didunia yang tidak pernah kering meskipun diserbu jutaan jamaah haji dan umrah setiap tahunnya. Dibalik airnya yang tak pernah kering, sumur zam-zam menyimpan satu kisah tangguh sosok perempuan dalam membesarkan anaknya. Beliau adalah Sitti Hajar, menjadi seorang single parent dalam merawat Musa kecil yang ditinggalkan Nabi Ibrahim ke Palestina. Dalam keadaan genting, ditengah terik matahari di padang pasir, atas izin Allah sebuah mata air justru keluar dari hentakan tumit Musa kala itu. Peristiwa inilah yang melatarbelakangi ibadah sa’i (dari bukut Safa dan Marwah) menjadi salah satu bagian dari rukun haji yang mesti dilakukan.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved