Berita Banjarmasin

Mahasiswa Australia Magang di Pusat Rehabilitasi Bekatan di Banjarmasin

Bagi Amel sendiri, Ini merupakan kesempatan yang luar biasa bisa membangun jaringan internasional untuk menggaungkan pelestarian Bekantan.

Mahasiswa Australia Magang di Pusat Rehabilitasi Bekatan di Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Mahasiswa University of Newcastle (UON) saat magang di Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Banjarmasin 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 26 orang peserta summercourse dari University of Newcastle (UON) Australia melakukan magang di pusat rehabilitasi Bekantan di Banjarmasin.

"Summercourse ini merupakan kerjasama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan university of newcastle (UON) yang berkolaborasi dengan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI). Kegiatan sudah ketigs kinya," papar Amelia Rezeki, Ketua SBI Kalsel, Kamis (11/7/2019).

Kedatangan UON dikoordinatori oleh Emeritus Professor Tim Roberts. "Hari ini tadi kegiatan lanjutan University of Newcastle (UON) setelah perkenalan minggu lalu. Mereka disini sudah 10 hari dan sebagian peserta summercourse yang juga mahasiswa UON ini juga akan melakukan magang satu minggu ke depan," katanya.

Ditambahkan dosen Biologi FKIP ULM ini, mereka fokus bekerja sebagai relawan bersama SBI, baik itu kegiatan di pusat rehabilitasi maupun kegiatan lapangan, seperti restorasi mangrove dan sosialisasi serta edukasi di sekolah-sekolah.

Bagi Amel sendiri, Ini merupakan kesempatan yang luar biasa bisa membangun jaringan internasional untuk menggaungkan pelestarian Bekantan.

Baca: Batola Kembangkan Dua Kawasan Bumdes Bersama BPJS Ketenagakerjaan

"Sudah semesti nya bekantan goes global, mendapat perhatian dunia, karena bekantan dan habitatnya merupakan aset biodiversitas yang sangat berharga," katanya.

Bekantan, lanjut dia, memiliki posisi penting dalam mata rantai ekosistem lahan basah, sama halnya orangutan dalam mata rantai hutan hujan tropis. Jika kehilangan spesies kunci ini, maka bencana bagi peradaban kehidupan manusia.

Mahasiswa University of Newcastle (UON) ketika magang di SBI Banjarmasin.
Mahasiswa University of Newcastle (UON) ketika magang di SBI Banjarmasin. (banjarmasinpost.co.id/syaifun anwar)

Sementara itu, Samantha Sanders, mahasiswi University of Newcastle (UON) mengatakan mengucapkan terima kasih banyak kepada Amalia Rezeki, yang telah menunjukkan kepada mereka pekerjaan menakjubkan yang dilakukan Amel di Banjarmasin untuk menyelamatkan Bakantan.

"Wanita ini dan timnya membantu meningkatkan kesadaran dan memerangi pembukaan lahan. Amalia telah memprakarsai Sahabat Bekantan Indonesia (SBI). Ini adalah satu-satunya organisasi di wilayah ini yang melindungi spesies cantik ini dan mereka membutuhkan bantuan kita! Mereka menyelamatkan Bakantan dari daerah yang terkena kebakaran, insiden di jalan, pemburu liar, perdagangan ilegal dan pembukaan lahan," katanya.

Baca: Lima Remaja Diamankan Satpol PP Sedang Asik Pesta Lem Fox Hingga Miliki Obat Zenit

Ditambahkan dia, organisasi ini juga membantu meningkatkan kesadaran akan perlunya perlindungan dan benar-benar memperoleh tanah untuk mencegah pembukaan lahan.

"Mereka juga meneliti dan telah mampu membangun pusat penelitian Bakantan untuk membantu upaya konservasi," ucap Samantha. (banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved