Serambi Mekkah

Puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019, Bupati Banjar Terima Penghargaan dari Menkes

Puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019, Pemerintah Kabupaten Banjar meraih penghargaan Pastika Parama.

Puncak Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019, Bupati Banjar Terima Penghargaan dari Menkes
Humas Pemkab Banjar
Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek menyerahkan penghargaan penghargaan Pastika Parama kepada Bupati Banjar, H Khalilurrahman di Aula Siwabessi Gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan di Jakarta, Kamis (11/7/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2019, Pemerintah Kabupaten Banjar meraih penghargaan Pastika Parama.

Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek langsung menyerahkan penghargaan tersebut kepada Bupati Banjar, H Khalilurrahman di Aula Siwabessi Gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Penghargaan itu diberikan kepada Pemkab Banjar karena telah menetapkan dan mengimplementasikan peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok dan kebijakan pengendalian konsumsi tembakau untuk membiasakan hidup sehat bagi masyarakatnya. Turut serta mendampingi Bupati Banjar dalam menerima penghargaan tersebut adalah Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian Kabupaten Banjar, HM Farid Soufian dan Kepala Dinas Kesehatan Banjar, Ikhwansyah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah mengatakan, Kabupaten Banjar dapat penghargaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang digelar di Jakarta.

Pihaknya bersyukur bahwa Pemkab Banjar sudah bisa membuat peraturan daerah kawasan tanpa rokok.

"Tentunya dengan terbitnya Perda tersebut, artinya Pemkab Banjar berupaya menyampaikan atau mensosialisasikan bahaya asap rokok, serta ada menetapkan wilayah atau kawasan-kawasan yang disiplin bagi perokok, artinya tidak boleh merokok," katanya.

Disebutkannya kawasan tanpa rokok adalah seperti di puskesmas-puskesmas, perkantoran, rumah sakit. Kedepan, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar akan mengusahakan ada tempat khusus untuk merokok, seperti bilik perokok, yang mana saat ini hanya ada di depan kantor dinas kesehatan Banjar di Jalan A Yani km 39 Martapura dan di Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura.

Pihaknya mengharapkan, nantinya menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah maka setiap perkantoran memiliki tempat atau bilik untuk merokok, dan ini menjadi skala prioritas.

Beberapa waktu lalu sudah berupaya mengerjasamakannya dengan perusahaan rokok untuk mendukung program tersebut, namun hingga sekarang masih berupa penjajakan.

Pemkab Banjar karena telah menetapkan dan mengimplementasikan peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok tertuang dalam perda Nomor 15 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved