Berita Regional

Serang Puluhan Warga Bogor, Begini Ciri Serangan Chikungunya yang Mirip DBD

warga Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor baru ini digegerkan dengan wabah chikungunya yang menyerang wilayah tersebut.

Serang Puluhan Warga Bogor, Begini Ciri Serangan Chikungunya yang Mirip DBD
net
ilustrasi gejala penyakit chikungunya 

BANJARMASINPOST.CO.ID -  warga Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor baru ini digegerkan dengan wabah chikungunya yang menyerang wilayah tersebut.

Virus Chikungunya menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.

Gejala infeksi yang paling umum adalah demam dan nyeri sendi, termasuk sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, atau ruam. 

Virus ini menyerang dan menulari manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Minimnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya, dinilai menjadi penyebab merebaknya penyakit chikungunya.

Baca: Diduga Serang Anak-anak di Kota Medan, Begini Ciri Virus Flu Singapura

Baca: Respons Hotman Paris Soal Penetapan Tersangka Galih Ginanjar, Rey Utami & Pablo Benua, Barbie?

Baca: Simbol Cinta Ungu Luna Maya Tiru Reino Barack, Kode Kangen Momen dengan Suami Syahrini?

Baca: Rey Utami dan Pablo Benua Naik Mobil Tahanan, Jadi Tersangka Video Ikan Asin, Ini Kata Farhat Abbas

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyebutkan, dalam dua bulan terakhir, penyakit chikungunya yang dibawa nyamuk Aedes aegypti telah menjangkiti 80 orang warga Bogor.

"Iya sejak bulan Mei 30 orang, terus bulan Juni 33 ini nambah lagi 17 sekarang, jadi total yang terjangkit sebanyak 80 orang warga Bogor," kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Agus Fauzi, mengutipKompas.com, Selasa (9/7/2019).

Menurut Agus, pasien yang menderita chikungunya menampakkan gejala-gejala mirip demam berdarah dengan rata-rata usia penderita dimulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

"Sejak bulan Mei itu laporan Puskesmas kalau ada keluhan warga seperti nyeri sendi, panas, mual dan hampir sama seperti DBD," ungkapnya.

Walau tersebar akibat gigitan nyamuk yang sama, namun chikungunya dan deman berdarah dengue (DB) tidak disebabkan oleh virus yang sama.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved