Cerita Suka Duka Jualan Online

Ini Kelebihan Bisnis Online, Barang Rongsokan Pun Laku Dijual

Pasar dunia maya memang serba ada. Tak hanya barang baru, barang bekas pun laku, bahkan rusak dan rongsokan pun ada yang memburu.

Ini Kelebihan Bisnis Online, Barang Rongsokan Pun Laku Dijual
Banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Ponsel bekas ini laku terjual melalui media online 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Semua barang bisa dijual secara online. Mulai fashion, gadget, kosmetika, mebeler, perabot rumah tangga, makanan, media tutorial, kendaraan bermotor, properti, obat-obatan, suplemen dan banyak lagi.

Pasar dunia maya memang serba ada. Tak hanya barang baru, barang bekas pun laku, bahkan rusak dan rongsokan pun ada yang memburu. Ya, bahkan ada yang menawarkan diri untuk membeli.

Rizaldi, warga Banjar Indah Permai, Banjarmasin, yang biasa jualan online, mengatakan, meski hanya berupa foto atau video singkat, namun iklan barang di dunia maya banyak yang merespon.

"Selain like dan coment, adapula informasi tentang barang yang kita iklankan, yaitu berapa banyak yang melihat dan info lainnya," tukas pemuda yang sering jual-beli gadget secara online ini.

Baca: Data 2018 Mencatat Lahan yang Paling Banyak Terbakar ada di Kawasan Martapura, Segini Luasnya

Baca: Penanganan Gakum Karhutla Menurun, Pembentukan Satgas dan Aplikasi ini Dianggap Berhasil

Baca: Hubungan Sebenarnya Vanessa Angel dengan Doddy Sudrajat Pasca Jane Shalimar Sebut Sang Ayah Marah

Baca: Hadapi Bali United, Yunan Helmi Fokus Recovery dan Taktikal

Barang baru sudah jelas seperti apa. Begitu juga barang bekas yang sudah pasti bekas dipakai. Barang rusak bisa berupa barang baru cacat produksi atau bekas tapi tak bisa difungsikan.

"Yang unik adalah barang rongsokan. Biasanya terkait barang otomotif atau gadget. Ada saja yang mau beli. Pastinya harga juga murah meriah," jelas Rizaldi.

Seperti halnya handphone khusus kategori smartphone, pengalaman Rizaldi sudah tiga kali ia jual dalam kondisi mati total dan usang juga tidak lengkap.

"Kalau sudah rongsokan, biasanya ramai negonya. Maklum calon pembeli ingin harga semurahnya. Sementara penjual berharap harganya tidak juga ditawar sadis (tawar rendah sekali)," terangnya.

Kalau smartphone rongsokan, tergantung kondisi barang, jika masih banyak komponen yang bisa dimanfaatkan, maka harga masih lumayan. Tapi kalau sudah banyak yang tak berguna, maka harga hanya puluhan ribu.

Baca: Rencanakan Reklamasi Kawasan Tepi Laut Tanjungpinang, Segini Total Suap Diterima Gubernur Kepri

Baca: Tak Kenal Libur, Pasar Online dan Medsos Buka 24 Jam!

Baca: KPK Sita Barang Bukti Uang 6.000 Dolar Singapura, ini Kasus yang Membelit Gubernur Kepri

"Biasanya pembeli smartphone rongsokan itu kalangan servis atau teknisi Hp. Lumayan bisa kanibal (memindah komponen yang baik dari Hp rusak ke Hp servisan). Menghemat biaya pembelian komponen atau spare parts baru," paparnya.

Itu tadi soal jenis barang. Sekarang tentang penjualnya yang di dunia maya itu tak mesti harus menjual barang sendiri.

Bisa juga kita menjualkan barang orang lain dengan catatan sudab ada kesepakatan dengan pemilik barang.

Seperti apa kisahnya? Yuk, lanjut baca tulisan berikutnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved