Cerita Suka Duka Jualan Online

Jualan Online Juga Bisa Jualkan Barang Orang Lain, Dari Sini Keuntungan Didapat

Berjualan online tak mesti menjual barang milik sendiri atau produksi sendiri tapi bisa juga menjualkan barang orang lain.

Jualan Online Juga Bisa Jualkan Barang Orang Lain, Dari Sini Keuntungan Didapat
Banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Jualan online tidak mesti milik sendiri, tetapi juga bisa menjualkan barang milik orang lain. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berjualan online tak mesti menjual barang milik sendiri atau produksi sendiri tapi bisa juga menjualkan barang orang lain. Tentunya dalam sistem ini harus ada kesepakatan dengan pemilik barang dalam.

Ada pedagang online yang menjadi dropshipper dan reseller. Keduanya hampir mirip, sama-sama menjualkan barang orang.

Zarra, pebisnis online warga Jl Guntung Manggis Banjarbaru, menjelaskan, dropshipper itu tak perlu stok barang.

Pekerjaannya hanya mendapatkan orderan dan meneruskan order dan detail pengiriman kepada produsen, distributor, atau supplier yang sudah bekerjasama dengannya. Komisi dari jasanya itu yang menjadi pendapatan.

Baca: Pose Seksi Nikita Mirzani Saat Sindir Keras Galih Ginanjar di Kasus Fairuz A Rafiq, Rey & Pablo?

Baca: Amalkan Darah, Dapat Kaos Keren dan Makan Siang Disini

Baca: Kunjungi Calon Istri, Rindi Tewas Ditusuk Saat Dikamar Mandi, Pelaku Langsung Kabur

Baca: Tiga PSK Online Mengaku Sekali Transaksi Pasang Tarif Rata-rata Rp 250.000

"Adapun reseller menjual kembali produk maupun jasa dari distributor, produsen atau supplier yang sudah bekerjasama dan reseller memiliki stok barang yang dijual kembali dengan harga reseller sebagai keuntungannya,"

Walaupun tak perlu modal untuk produksi atau beli barang, namun kedua sistem ini juga ada risiko yang sama.

"Saya pernah dropship produk aksesoris wanita. Setelah saya promosikan di medsos, lumayan ada sejumlah order. Tinggal kontak pemilik barang, barang dikirim dan saya dapat komisi. Tapi sekali waktu ada order yang lumayan menumpuk, eh stoknya ternyata kosong melompong, akhirnya beberapa order pun batal," ungkapnya.

Hal sama juga terjadi ketika menjadi reseller produk kosmetika. Ia menerima sejumlah barang titipan teman yang menjadi stoknya. Jadi setiap ada pesanan, langsung ia kirim dengan harga jual harga reseller.

Sayangnya, Zarra sempat kelimpungan tatkala temannya belum mendapat suplai barang sehingga Zarra juga tak bisa menambah stok. Tatkala orderan melebihi jumlah stok, terpaksa dibatalkan dan calon pembeli pun kecewa.

Atas pengalaman itu ia selalu mengecek ketersediaan barang di pemilil barang. Apakah masih ada dan berapa kuantitasnya. Dengan begitu ia bisa membatasi order dan promosi.

Baca: Ini Kelebihan Bisnis Online, Barang Rongsokan Pun Laku Dijual

Baca: Data 2018 Mencatat Lahan yang Paling Banyak Terbakar ada di Kawasan Martapura, Segini Luasnya

Baca: Kronologis Penangkapan Gubernur Kepri, KPK Tetapkan Empat Orang sebagai Tersangka

"Kita juga harus selalu memastikan barang sampai ke tangan pembeli dengan cek tracking di website jasa kurir. Jadi tak menjual begitu saja, tapi kontrol hingga barang diterima," pungkasnya.

Pengalaman lain pedagang online adalah ketika calon pembeli ternyata PHP (pemberi harapan palsu). Sudah terbayang dapat keuntungan, tak dinyana batal. Mari kita simak kisahnya di tulisan berikut.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved