Berita Kabupaten Banjar

Kabupaten Banjar Terendah Kemiskinan di Kalsel, Galuh Tantri: Saya Ingin Mengubah Itu

Strategi pembangunan inklusif yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Banjar memang telah berhasil menurunkan kemiskinan cukup signifikan.

Kabupaten Banjar Terendah Kemiskinan di Kalsel, Galuh Tantri: Saya Ingin Mengubah Itu
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Kepala Bappelitbang Banjar, Galuh Tantri Narindra. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Strategi pembangunan inklusif yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Banjar memang telah berhasil menurunkan kemiskinan cukup signifikan.

Bahkan, data dihimpun BANJARMASINPOST.CO.ID dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Banjar, Jumat (12/07/2019) tahun 2018 hingga saat ini Banjar masih tercatat sebagai daerah berpenduduk miskin terendah di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Ya, Banjar memang terendah kemiskinannya di Kalsel. Tapi, jumlahnya paling banyak," sebut Kepala Bappelitbang Banjar Galuh Tantri Narindra.

Karena itu, kepala Bappeda termuda di Indonesia ini menyetuskan perlunya penggalian potensi pendapatan lainnya guna memperluas lapangan kerja dan menumbuhsuburkan ekonomi mikro.

"Pendapatan terbesar Banjar selama ini dari sektor tambang. Saya ingin mengubah itu," tandas Tantri di hadapan Bupati Banjar H Khalilurrahman dan jajaran kepala SKPD Pemkab Banjar, dua hari lalu, pada acara Bimtek Smart City di Pendopo, Martapura.

Baca: Bayaran Vanessa Angel Pasca Bebas, Cewek Awalnya Dijerat Kasus Prostitusi Artis Bisa Beli Pulau?

Baca: Masalah Berat Badan Ammar Zoni Setelah Nikahi Irish Bella, Pemain Sinetron Cinta Suci Lakukan Ini

Baca: Raffi Ahmad Minggat Tinggalkan Nagita Slavina Ternyata Pernah Terjadi, Berkaitan Ayu Ting Ting?

Ia berharap Kabupaten Banjar bisa menggali sektor-sektor lain yang potensial dikembangkan. "Pertambangan itu hanya memperkaya sebagian orang," tandasnya.

Menurutnya Bumi Barakat saat ini perlu melakukan rebranding potensi wisata yang kian bertumbuhkembang. "Kita sudah diberi (given) memiliki aset-aset sumber daya alam yang bisa dikembangkan," sebutnya.

Ia mencontohkan ketika nama Kabupaten Banjar disebut, publik secara umum langsung teringat atau merujuk Kota Martapura yang mashur sebagai pusat batu permata. Tiap kali publik figur dari Jakarta datang ke Banjarmasin atau ke daerah lainnya ke Kalsel, umumnya selalu meluangkan waktu berbelanja batu permata di Martapura.

"Ini yang harus kita bangun. Bagaimana aset yang dimiliki ini bisa dikembangkan lagi agar bisa dikemas menjadi paket wisata terpadu yang mampu memunculkan efek ekonomi yang lebih luas," cetus Tantri.

Dikatakannya, Banjar juga memiliki wisata religius yang luar biasa. Tiap tahun jutaan wisata dari berbagai daerah di Indonesia berdatangan ke Martapura.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved