Berita Tapin

Lagi Bekas Lubang Tambang di Tapin Terdeteksi Satelit Pancarkan Titik Panas, Ini Langkah Pemprov

Lubang bekas galian pertambangan batu bara di wilayah Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan terdeteksi satelit.

Lagi Bekas Lubang Tambang di Tapin Terdeteksi Satelit Pancarkan Titik Panas, Ini Langkah Pemprov
(Pusdalops BPBD Tapin)
Titik panas (hot spot) terdeteksi di bekas galian pertambangan batu bara di Kecamatan Salam Babaris, Kamis (11/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Lubang bekas galian pertambangan batu bara di wilayah Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan terdeteksi satelit memunculkan hawa panas.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar rapat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana tentang persiapan pembekalan kesiapsiagaan menghadapi Karhutla.

Peserta rapat melibatkan Pemerintah Kabupaten dan Kota se Kalsel diantaranya, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Satpol PP dan Damkar, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dam Desa.

Instansi vertikal di wilayah Kabjpaten Kota juga dilibatkan seperti Kapolres dan Komandan Kodim dalam rapat yang digelar selama dua hari di Hotel Aria Barito, Kota Banjarmasin, pada 16-17 Juli 2019 ini.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ujud Wahyudin membenarkan titik panas terdeteksi di wilayah Kabupaten Tapin itu berasal dari lubang bekas aktivitas pertambangan batu bara.

Baca: Kalsel Tanpa Batu Bara Sebagai Sumber Energi? Begini Alternatifnya Menurut Dinas ESDM

"Pemadaman kebakaran lahan di lokasi pertambangan batu bara merupakan tanggungjawab perusahaan. Saat ini satelit Kementerian Lingkungan Hidup yang mendeteksi adanya titik panas di Kabupaten Tapin tersebut. Kabupaten lainnya sementara belum," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, H Nordin dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id terkait hasil pemantauan upaya pemadaman di bekas lubang tambang, menjelaskan belum menerima laporan secara resmi dari upaya pemadaman yang sudah dilakukan pihak perusahaan pertambangan batu bara.

"Belum ada laporan resmi tapi berdasarkan pantauan di lapangan, mereka terus melakukan upaya pemadaman," katanya.

Nordin mengingat saat ini memasuki musim panas atau musim kemrau, atas nama pemerintah daerah dalam hal ini BPBD Kabupaten Tapin, menghimabau kepada masyarakat khususnya masyarakat dan korporasi di wilayah Kabupaten Tapin agar menjaga lahannya masing-masing agar aman dari kebakaran.

Baca: Hasil Pelanggaran Administrasi Jadi Barang Bukti, DPD PKS Persoalkan Hasil Pemilu Legislatif 2918

Kemudian, bagi korporasi perkebunan agar meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan patroli untuk menjaga wilayah kebunnya dari kebakaran.

Hindari membuka lahan dengan membakar dan tingkatkan koordinasi dengan segenap pemangku kepentingan di wilayah masing-masing.

Apabila terjadi kebakaran di lahan masing-masing agar segera memadamkan sebelum api membesar. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved