Berita Tanahlaut

NEWSVIDEO Gelar Razia di Gunung Kayangan, Polres Tanahlaut Jaring Puluhan Pengendara

Belasan petugas kepolisian dari Satlantas Polres Tanahlaut bersama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Tanahlaut menggelar razia

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Belasan petugas kepolisian dari Satlantas Polres Tanahlaut bersama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Tanahlaut menggelar razia. Giat tersebut berlangsung di Jalan A Yani, Kawasan Gunung Kayangan, Pelaihari, Jumat (12/7/2019) pagi.

Puluhan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat tak lepas dari razia tersebut. Mereka memeriksa surat-menyurat serta ketidaktaatan peraturan dari segi fisik yang terlihat.

Para pengendara itu dihentikan dan diminta memperlihatkan SIM beserta STNK motor atau mobil mereka. Beberapa ditegur karena helm yang tali pengamannya tidak diklik. Ada pula yang ditegur karena tidak mengenakan sabuk pengaman.

"Pengendara ini tidak mengenakan sabuk pengaman dan ia tidak bisa menunjukan SIM serta STNK," ucap satu personel kepolisian Satlantas Polres Tanahlaut yang bertugas.

Baca: 23 Perusahaan Tambang Menunggak Jamrek, BPK Catat Dana yang Harus Dibayar Rp 78 Miliar

Baca: Perbuatan Vanessa Angel & Rian di Kamar Jelang Terjerat Kasus Prostitusi Artis, 30 Menit Lakukan Ini

Baca: Mau Bangun Jembatan Darurat di Sungai Lulut? Urus Dulu 2 Rumah di Kabupaten Banjar

Sementara itu, Kepala Badan Operasi Satlantas Polres Tanahlaut, Iptu Sidik Prayitno menerangkan, giat kali ini merupakan razia rutin yang digelar oleh Polres Tanahlaut melalui kegiatan Satlantas Polres Tanahlaut.

Jelasnya, razia tersebut dilakukan sebagai tindakan preventif terjadinya pelanggaran lalu lintas. Karena di Tanahlaut nampaknya masih banyak pelanggaran yang di dapati.

Sejak minggu ke dua Bulan Juli 2019 ini saja sebutnya, Satlantas Polres Tanahlaut mengeluarkan kurang lebih 200 surat tilang untuk pelanggaran. Tentunya dengan adanya razia tersebut dianggap mampu meminimalisir kecelakaan yang terjadi.

"Razia ini juga kami lakukan sebagai pra Operasi Patuh yang sebentar lagi akan dilaksanakan," ujarnya.

Mengenai kesalahan, Iptu Sidik menerangkan, rata-rata pengendara kena tilang kerena tidak memiliki SIM dan STNK yang periodenya habis. Serta ada pula yang pajak tidak dibayar.

Padahal sebut Iptu Sidik, dokomen tersebut sangatlah penting. Apalagi saat berkendara, yakni untuk keamanan dan keselamatan si pengemudi sendiri. Terutama pada penggunaan alat keamanan seperti helm yang pengamannya harus di klik serta sabuk pengaman.

Dari hasil razia tersebut diperoleh sebanyak 53 pengendara kena tilang. Barang bukti yang diamankan terdiri dari 29 lembar STNK, 14 lembar SIM dan 10 unit kendaraan motor roda dua. (Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved