BPost Cetak

Nurdin Sempat Kabur Pakai Speedboat, KPK Tetapkan Gubernur Kepri Jadi Tersangka

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun bersama lima orang lain yang terjaring dalam OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Tanjungpinang

Nurdin Sempat Kabur Pakai Speedboat, KPK Tetapkan Gubernur Kepri Jadi Tersangka
BPost Cetak
Atlet pelajar Tapin, Noraida meraih medali emas di kejurnas BMX 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun bersama lima orang lain yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Tanjungpinang, Kepri, tiba di Jakarta, Kamis (11/7) siang. Mereka langsung dibawa ke gedung KPK.

Nurdin yang mengenakan seragam Karang Taruna hitam tiba sekitar pukul 14.00 WIB. Dia tampak diam dikawal penyidik KPK dan anggota Brimob bersenjata saat turun dari mobil dan dibawa masuk.

Demikian pula Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kepri, Abu Bakar dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Edy Sofyan.

Digiring pula Kepala Bidang Perikanan Tangkap (DKP) Kepri, Budi Hartono, dan stafnya, Aulia Rahman. Dua orang lainnya, yakni sopir Edy Sofyan, Muhammad Salihin, dan pengusaha asal Kepulauan Karimun, An­dreas Budi Sampurno.

Para terduga pelaku korupsi itu memilih menunduk saat digiring petugas. Beberapa di antaranya membawa tas besar.

Baca: Potongan Uang Kuliah Tunggal Dihapus, Mahasiswa Akhir ULM Protes ke Rektorat

Baca: Sempat Heboh dengan Garneta Haruni, Kimmy Jayanti Lahirkan Anak Greg Nwokolo, Ini Namanya

Baca: Tak Kunjung Turun Sejak Idul Fitri, Harga Cabai Capai Rp 80.000 Per Kilo

Baca: Fakta Baru Kasus Fairuz A Rafiq, Rey Utami & Pablo Benua Coba Hilangkan Bukti, Galih Kelabui Polisi

Juru bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan ke­enam orang yang terjaring OTT itu telah menjalani pemeriksaan awal di Mapolres di Tanjungpinang, Kepri. Selanjutnya, mereka menjalani pemeriksaan di gedung KPK.

Febri mengungkapkan OTT dilakukan karena KPK menduga akan terjadi transaksi pemberian uang terkait izin lokasi reklamasi yang melibatkan Nurdin. “Informasi yang bisa disampaikan saat ini adalah diduga transaksinya itu terkait dengan kewenangan pemberian izin lokasi untuk rencana reklamasi di Provinsi Kepulauan Riau tersebut,” ungkap Febri.

Dalam OTT, tim KPK menyita barang bukti uang 6.000 dolar Singapura dan sejumlah uang dalam pecahan rupiah. Nilai total uang masih dalam penghitungan petugas.

Dalam OTT, tim KPK didampingi tim Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kepri dan Polres Tanjungpinang. Berdasarkan keterangan Febri, tim KPK didampingi tim Polda Kepri, Rabu, menuju Batam setelah mengetahui keberadaan Nurdin di salah satu hotel di pulau itu.

Sekitar pukul 16.30 WIB, tim tiba di hotel tersebut. Namun rupanya Nurdin sudah keluar dan mengarah ke Pelabuhan Punggur. Setibanya di pelabuhan, ternyata Nurdin sudah pergi menggunakan kapal cepat (speedboat) ke Pelabuhan Pelantar 1 Tanjungpinang.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved