Kebakaran Lahan

Penanganan Gakum Karhutla Menurun, Pembentukan Satgas dan Aplikasi ini Dianggap Berhasil

Penanganan penegakan hukum (Gakum) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama 2015-2019 yang ditangani Satuan Tugas (Satgas) hukum ada kecenderungan

Penanganan Gakum Karhutla Menurun, Pembentukan Satgas dan Aplikasi ini Dianggap Berhasil
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Jumat (12/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penanganan penegakan hukum (Gakum) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama 2015-2019 yang ditangani Satuan Tugas (Satgas) hukum ada kecenderungan tren menurun.

Wadirreskrimsus Polda Kalsel, AKBP, Sugeng Riyadi, menjelaskan paling banyak adalah kejadian di 2015 dimana ada sebanyak 16 kasus sidik dan diputus di pengadilan lima kooporasi 11 perorangan.

Dimana luasan yang terbakar dari kasus kooporasi itu sebanyak 196.512 hektare.

Berlanjut ke 2016 ada dua kasus Perorangan (2.331 hektare).

Kemudian di 2017 ada dua kasus perorangan dengan luasan 8.290 hektare.

Kemudian di 2018 ada dua kasus perorangan dengan luasan 98.637 hektare.

Baca: Hubungan Sebenarnya Vanessa Angel dengan Doddy Sudrajat Pasca Jane Shalimar Sebut Sang Ayah Marah

Baca: Kans Ahok BTP Jadi Menteri Jokowi & Maju di Pilpres 2024 Kata Pakar, Didampingi Puput Nastiti Devi?

Baca: Sempat Heboh dengan Garneta Haruni, Kimmy Jayanti Lahirkan Anak Greg Nwokolo, Ini Namanya

"Tahun 2019 ini masih belum ada masuk diproses dalam satgas hukum," kata Sugeng di dalam rapat koordinasi penanganan bencana daerah Karhutla di Kantor BPBD Kalsel, Kamis (11/7).

Dijelaskan dia, tren penurunan ini adalah juga keberhasilan Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk tiap tahun.

Selain itu, dia juga memaparkan ada aplikasi Berantas Kebakaran hutan dan lahan (Bekantan) yang bisa digunakan untuk koordinasi dan penanganan Karhutla secara efektif.

Karena dalam aplikasi itu mengintegrasikan peta sebaran hotspot melalui BMKG dan pelaporan bagi warga yang melihat api.

Dia berharap di tahun ini lebih pencegahan sehingga tidak ada yang sampai proses hukum.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved