BPost Cetak

Potongan Uang Kuliah Tunggal Dihapus, Mahasiswa Akhir ULM Protes ke Rektorat

sejumlah mahasiswa semester delapan ke atas mengeluhkan penghapusan potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 25-50 persen yang mereka dapatkan

Potongan Uang Kuliah Tunggal Dihapus,  Mahasiswa Akhir ULM Protes ke Rektorat
BPost Cetak
Atlet pelajar Tapin, Noraida meraih medali emas di kejurnas BMX 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setelah memasuki aula, mereka pun mengisi deretan kursi yang mengarah ke beberapa kursi di depannya. Mereka melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin ULM.

Dalam pertemuan itu, sejumlah mahasiswa semester delapan ke atas mengeluhkan penghapusan potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 25-50 persen yang selama ini mereka dapatkan.

Ahmad misalnya. Dia mengaku sempat menikmati potongan itu sejak pertengahan 2017. Diskon tersebut masih dinikmatinya hingga awal 2018.

“Mahasiswa semester sembilan yang tengah me­ngerjakan skripsi, tapi masih mengambil mata kuliah lainnya mendapat potongan 25 persen. Sedangkan mereka yang tinggal menyelesaikan skripsi dapat potongan 50 persen,” ujarnya.

Baca: Sempat Heboh dengan Garneta Haruni, Kimmy Jayanti Lahirkan Anak Greg Nwokolo, Ini Namanya

Baca: Tak Kunjung Turun Sejak Idul Fitri, Harga Cabai Capai Rp 80.000 Per Kilo

Baca: Atlet Pelajar Tapin Raih Medali Emas Kejurnas BMX, Noraida Latihan Genjot Sepeda Hingga MalaM

Baca: Fakta Baru Kasus Fairuz A Rafiq, Rey Utami & Pablo Benua Coba Hilangkan Bukti, Galih Kelabui Polisi

Namun kebijakan itu tak dapat lagi dinikmatinya saat membayar UKT pertengahan 2019. Ahmad masih harus mendaftar ulang karena belum menjalani seminar dan sidang skripsi.

Padahal, menurutnya, potongan ini sangat diperlukan mahasiswa akhir karena dihadapkan pada besarnya biaya pembuatan skripsi termasuk penelitian.

Keluhan juga disampaikan rekannya, mahasiswa semester sembilan, Aldi. Potongan UKT dirasa penting mengingat sulit dan panjangnya waktu pembuatan skripsi.

Aldi mengatakan dia bersama teman-temannya di jurusan eksakta kerap membutuhkan waktu dua semester demi menyelesaikan penelitian. “Pengerjaan penelitian hanya satu semester, mustahil. Kecuali memang mereka memiliki kelebihan. Makanya mahasiswa di Banjarbaru (fakultas-fakultas eksakta) sangat jarang yang lulus,” ujar mantan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ULM tersebut.

Sedangkan Jamaluddin, selaku wakil ketua BEM ULM, mengatakan pihaknya memang memprotes penghapusan kebijakan itu beberapa waktu lalu karena mahasiswa semester akhir sangat memerlukannya. Namun belum lagi pertemuan yang dijanjikan Wakil Rektor III berlangsung, keluar surat keputusan dari rektor bernomor 571 mengenai kepastian penghapusan potongan tersebut.

Dalam pertemuan, Rektor ULM Prof Dr Sutarto Hadi menjelaskan meniadakan potongan UKT yang sempat berjalan tiga tahun lantaran mendapatkan teguran dari Dirjen Dikti. Itu karena berdasarkan aturan, pemotongan UKT hanya bisa dilakukan bagi mahasiswa yang mengalami penurunan ekonomi dan sosial.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved