OTT KPK di Kepulauan Riau

Rencanakan Reklamasi Kawasan Tepi Laut Tanjungpinang, Segini Total Suap Diterima Gubernur Kepri

Gubernur Nurdin disangka menerima suap secara bertahap dengan nilai total 11.000 dolar Singapura dan Rp 45 juta.

Rencanakan Reklamasi Kawasan Tepi Laut Tanjungpinang, Segini Total Suap Diterima Gubernur Kepri
BPost Cetak
BPost edisi, Jumat (12/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Gubernur Nurdin disangka menerima suap secara bertahap dengan nilai total 11.000 dolar Singapura dan Rp 45 juta.

Uang berasal dari Abu Bakar.

"NBA diduga menerima uang dari ABK baik secara langsung maupun melalui EDS," kata Basaria.

Nurdin awalnya diduga menerima uang 5.000 dolar Singapura dan Rp 45 juta.

Kemudian, pada 31 Mei 2019, terbit izin prinsip reklamasi untuk kepentingan Abu Bakar dengan luas area 10,2 hektare.

Kedua, pada 10 Juli 2019, Abu Bakar memberikan tambahan 6.000 dolar Singapura kepada Nurdin melalui Budi Hartono.

Baca: Kronologis Penangkapan Gubernur Kepri, KPK Tetapkan Empat Orang sebagai Tersangka

Baca: Kans Ahok BTP Jadi Menteri Jokowi & Maju di Pilpres 2024 Kata Pakar, Didampingi Puput Nastiti Devi?

Baca: Fakta Baru Kasus Fairuz A Rafiq, Rey Utami & Pablo Benua Coba Hilangkan Bukti, Galih Kelabui Polisi

Baca: Sempat Heboh dengan Garneta Haruni, Kimmy Jayanti Lahirkan Anak Greg Nwokolo, Ini Namanya

Pemprov Kepri di bawah kepemimpinan Nurdin Basirun merencanakan reklamasi kawasan tepi laut Tanjungpinang.

Nantinya di lahan itu dibangun kawasan elite yang terdiri atas mal dan perhotelan seperti kawasan Harbour Bay Batam, yang dikelola pihak swasta.

Rencana Nurdin Basirun sempat mendapat penolakan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Dharmansyah.

Itu karena Lis belum melihat secara terperinci tujuan dan konsep reklamasi sampai 2017.

Selain itu, pemko khawatir pengelolaan kawasan yang mempunyai nilai tinggi itu jatuh ke tangan swasta.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved