Cerita Suka Duka Jualan Online

Repotnya atasi Komplain Pembeli Online, Risikonya Bisa Buntung

Jualan online juga beresiko, jika barang yang dipesan dikomplain tidak sesuai pesanan atau rusak. Keuntungan bisa sirna atau rugi.

Repotnya atasi Komplain Pembeli Online, Risikonya Bisa Buntung
Banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Salah satu produk rotan yang dijual online 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Berjualan atau berdagang online memang mudah. Promosikan atau iklankan foto juga video barang di marketplace atau medsos, selanjutnya tunggu calon pembeli menghubungi.

Jika deal. Barang dikirim atau diantar, untungpun didapat. Pembeli juga senang karena mendapat barang sesuai diinginkan.

Namun keadaan bisa saja tidak sesuai harapan jika pasca pengiriman atau pengantaran barang, ternyata pembeli komplain atas barang tersebut.

Misal, barang ada cacat atau tidak berfungsi optimal. Juga hal lain yang dianggap pembeli tak sesuai dengan penawaran barang saat dipromosikan secara online.

Rizaldi, pedagang online di Banjarmasin, mengatakan, ia pernah mengalami hal itu saat mengirim barang ke luar provinsi. Pembeli komplain karena ada retak pada barang tersebut.

Baca: Batal Lewat Bandara Antara Tjilik Riwut, 1.946 Calhaj Kalteng Lewat Darat ke Bandara Syamsudin Noor

Baca: Mahasiswa Politeknik Hasnur Kunjungi Perpustakaan Palnam, Ini Tujuannya

Baca: Waspada Penyakit Berbahaya, Jemaah Haji Dianjurkan Tidak Dekat Hewan dan Selalu Mengenakan ini

Baca: Dilepas Gubernur Kalsel, JCH Kota Kandangan Mengawali Penerbangan Perdana ke Madinah

"Saya kirim gadget berupa Hp. Sampai di tangan pembeli, dia menginfokan bahwa barang ternyata tidak mulus tapi ada retak di casing. Padahal semula bagus-bagus saja kondisi barang. Mungkin saja ketika proses kirim barang terbentur sehingga muncul cacat. Tapi ya, saya tetap harus menerima komplain. Ini bagian dari risiko," ujarnya.

Mengatasi masalah, mau tak mau Rizaldi nego ulang dengan pembeli. Kesepakatannya, harga barang dikurangi sekian persen dan keuntungan pun hilang karena hal itu.

"Harga barang Rp450 ribu. Kesepakatan ulang jadi Rp300 ribu saja. Akhirnya Rp150 ribu ditransfer ke rekening pembeli. Meski tak dapat untung, ya sudahlah tidak apa-apa. Rugi adalah bagian dari orang jualan," tukasnya.

Begitulah. Jika jualan secara offline, maka protes atau keluhan seorang konsumen bisa diselesaikan secara langsung di tempat penjualan. Sebaliknya jualan online harus diselesaikan jarak jauh.

Baca: Pemain Sarat Pengalaman Ini Demam, Absen Ikut Martapura FC Tandang ke Madiun

Baca: Jualan Online Juga Bisa Jualkan Barang Orang Lain, Dari Sini Keuntungan Didapat

"Daripada nanti tidak ada kepercayaan lagi dari konsumen. Maka sebisa mungkin kita layani keluhannya. Dengan catatan menang benar, bukan mengada-ada," pungkas Rizaldi.

Nah, selanjutnya. Bagaimana tips dan trik berjualan online? Mari kita ungkap pada tulisam berikutnya. Silakan klik ya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)



Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved