Berita Kabupaten Banjar

Rumah Makan Ini Akhirnya Pasang Septictank Biofilter, Setelah Limbah Keluarkan Bau Tak Sedap

Pemasangan septic tank biofilter yang menguruk tanah dibagian belakang ruko rumah makan Jalan A Yani Km 38 Martapura Kabupaten Banjar sempat

Rumah Makan Ini Akhirnya Pasang Septictank Biofilter, Setelah Limbah Keluarkan Bau Tak Sedap
Banjarmasinpost.co.id/Hasby
Pemasangan biofileter di belakang warung makan yang buangan limbahnya sempat dikeluhkan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pemasangan septic tank biofilter yang menguruk tanah dibagian belakang ruko rumah makan Jalan A Yani Km 38 Martapura Kabupaten Banjar sempat dikeluhkan warga setempat. Rumah makan itu pun sudah memasang septic biofilter.

Pengelola RM, Hidayat mengakui adanya limbah tanah uruk namun pada Jumat (12/7) sudah dikembalikan seperti sedia kala. Tanah uruk itu karena memasang septic biofilter, alat pengolah limbah.

“Sudah ada koordinasi dengan Ketua RT dan setelah itu akan mengembalikan ke bentuk awal lagi,” katanya.

Selanjutnya pihaknya akan bekoordinasikan dengan pemilik ruko, karena pengerukan tanah untuk memasang septic biofilter itu atas izin pemilik ruko. Tanah galian itu akan diangkut lagi dan dibuang ketempat yang tidak akan mengganggu masyarakat, bisa juga untuk menambal jalan yang belubang.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Dinas LH Banjar, Yunida mengatakan, Dinas LH Kabupaten Banjar beberapa waktu yang lalu telah mengirimkan surat peringatan kepada pemilik rumah makan yang buangan limbahnya sempat dikeluhkan anggota Satpol PP yang berjaga di rumah dinas Wakil Bupati Banjar untuk segera melakukan pengelolaan lingkungan.

Baca: 23 Perusahaan Tambang Menunggak Jamrek, BPK Catat Dana yang Harus Dibayar Rp 78 Miliar

Baca: Jumlah Uang Krisdayanti yang Ludes demi Jadi DPR Dibongkar ke Najwa Shihab, Ibu Aurel Ungkap Ini

Baca: Tusuk Seteru dengan Sajam di Siring Piere Tendean Banjarmasn, ABG Ini Harus Berurusan dengan Polisi

“Menanggapi hal tersebut, pihak rumah makan sudah melakukan itikad baik untuk melakukan pengelolaan lingkungan terutama pengelolaan limbah cair, yaitu dengan segera melakukan pembuatan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL),” katanya.

Yunida menjelaskan, jenis IPAL yang akan mereka gunakan adalah IPAL Fortable Seftitank Biofilter. Saat ini sedang dilakukan proses pemasangan IPAL tersebut dan IPAL akan dipasang disamping rumah makan, di bawah aliran drainase, sehingga bangunan IPAL tidak mengganggu fungsi drainase.

Air limbah pada IPAL akan di sedot secara berkala. Berdasarkan penjelasan dari pengelola rumah makan tersebut, mereka juga sudah mengkoordinasikan letak atau posisi bangunan IPAL tersebut dengan pihak terkait dan telah diketahui oleh Pihak RT serta atas persetujuan pemilik ruko.

“Harapannya, setelah IPAL terpasang, air limbah rumah makan tidak akan mencemari lingkungan sekitar,” tambahnya.

Gerak cepat dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar menindaklanjuti keluhan beberapa anggota Satpol PP Banjar yang berjaga di rumah dinas wakil bupati Banjar dan anggota PMI Banjar, muncul aroma tak sedap dari saluran drainase. Kepala Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Dinas LH Kabupaten Banjar, Yanuarsa bersama beberapa pegawai DLH langsung memeriksa saluran pembuangan rumah makan di Jalan A Yani Km 38 Martapura Kabupaten Banjar, mingggu pertama Juni lalu.

Yanuarsa bersama beberapa pegawai DLH memeriksa bagian dapur, memerika bak atau tempat penampungan air kotor serta saluran pembuangan limbah rumah makan tersebut. Pihaknya juga bertanya seputar proses pembuangan limbah rumah makan yang tidak jauh dari Polres Banjar itu. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved