Cerita Suka Duka Jualan Online

Sempat Terbayang Untung, Pebisnis Online Ini Ternyata jadi Korban PHP

Jualan online yang notabene kedua pihak tak bertatap muka, transaksi bisa batal secara sepihak.

Sempat Terbayang Untung, Pebisnis Online Ini Ternyata jadi Korban PHP
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Bisnis online cukup melalui smartphone 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seperti halnya jualan offline, jualan online juga ada risikonya. Selain soal stok barang yang habis atau kosong, juga karena prilaku calon pembeli.

Jualan offline contohnya di toko atau pasar, bisa saja calon pembeli membatalkan pembelian, begitu juga jualan online yang notabene kedua pihak tak bertatap muka, transaksi bisa batal secara sepihak.

Seperti dialami Budi, pedagang online di Banjarmasin yang pernah jadi korban PHP (pemberi harapan palsu). Calon pembeli sudah sangat berminat tetapi transaksi tak kunjung terjadi.

"Waktu itu saya jual sebuah gadget. Calon pembeli ini agak repot juga, banyak nanya, berulang kali menghubungi via messenger, minta kirim foto dan video barang. Saya pikir bakal deal. Eh, ditunggu-tunggu tak jadi beli. Tak kunjung transfer apalagi COD," tukas warga Jl Manggis ini.

Baca: Pesan Kemenag Kalsel untuk Para Duta Muslimin Indonesia di Tanah Suci

Baca: Pemain Sarat Pengalaman Ini Demam, Absen Ikut Martapura FC Tandang ke Madiun

Baca: Masih Kecil, Rafathar Sudah Warisi Sifat Raffi Ahmad, Nagita Slavina: Bapaknya Banget

Baca: Pose Seksi Nikita Mirzani Saat Sindir Keras Galih Ginanjar di Kasus Fairuz A Rafiq, Rey & Pablo?

Pengalaman sama dialami Zarra, pedagang online di Banjarbaru. Ia dapat order pembelian aksesoris. Stok ada, alamat diterima dan barang pun di-packing.

"Gemasnya adalah calon pembeli ternyata PHP. Sudah packing, tak kunjung transfer dan saya hilang kontak, karena nomor Hp-nya tak bisa lagi dihubungi," ungkap warga Guntung Manggis ini.

Senada dengan Rizaldi, pedagang online warga Banjar Indah, Banjarmasin, yang dikecewakan calon pembeli saat proses COD.

"Sudah janjian tempat dan waktunya. Saya pun semangat bawa barang. Sampai di tempat ternyata tak ada orang dimaksud. Tunggu punya tunggu hingga 1 jam. Calon pembeli memang bisa dikontak, tapi beralasan sudah beli barang di penjual lain dan katanya mohon maaf batal beli barang saya," paparnya.

Pernah pula Rizaldi saat COD malah dapat alamat yang membingungkan. Sudah tanya sana-sini, tak ada orang yang tahu nomor rumah dimaksud dan juga nama orang yang akan membeli barang.

Baca: Jualan Online Juga Bisa Jualkan Barang Orang Lain, Dari Sini Keuntungan Didapat

Baca: Kunjungi Calon Istri, Rindi Tewas Ditusuk Saat Dikamar Mandi, Pelaku Langsung Kabur

Baca: Tiga PSK Online Mengaku Sekali Transaksi Pasang Tarif Rata-rata Rp 250.000

"Ya, itulah risiko. Saya malah memperpanjang masalah. Sudahlah balik kanan sambil berharap akan ada calon pembeli lain yang lebih pasti," pungkasnya.

Kalau tadi jadi korban PHP. Pengalaman lainnya adalah sudah terjadi transaksi dan barang diterima pembeli, tak tahunya ada komplain dari pembeli. Bagaimana menghadapinya? Silakan simak tulisan berikutnya ya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved