Bisnis

Tak Kunjung Turun Sejak Idul Fitri, Harga Cabai Capai Rp 80.000 Per Kilo

Semenjak menjelang Idulfitri 1440 Hijirah harga cabai tak kunjung turun. Bahkan belakangan ini harga si kecil pedas mencapai Rp 80 ribu per kilogram.

Tak Kunjung Turun Sejak Idul Fitri, Harga Cabai Capai Rp 80.000 Per Kilo
BPost Cetak
BPost edisi Jumat (12/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Semenjak menjelang Idulfitri 1440 Hijirah harga cabai tak kunjung turun. Bahkan belakangan ini harga si kecil pedas mencapai Rp 80 ribu per kilogram.

Kondisi ini tidak hanya dikeluhkan konsumen, tetapi juga pedagang. Ini karena jumlah pembelian menurun.

Kondisi ini dirasakan pedagang cabai dan tomat di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Aulia. Dia mengatakan harga cabai rawit yang dijualnya Rp 80 ribu per kilogram. Ini karena dia juga mendapatkan harga tinggi dari pemasok.

“Harganya naik Rp 10.000 dari sebelumnya. Kenaikan cabai jenis rawit ini sudah berlangsung sekitar satu pekan lalu,” jelas Aulia.

Dia mengungkapkan kenaikan harga dipicu sempat kosongnya stok beberapa waktu lalu. Saat ini pun stok cabai rawit di tempatnya tidak banyak. Tampak tidak semua cabai rawit berwarna merah cerah. Ada sebagian yang masih berwarna hijau.

Baca: Atlet Pelajar Tapin Raih Medali Emas Kejurnas BMX, Noraida Latihan Genjot Sepeda Hingga MalaM

Baca: Fakta Baru Kasus Fairuz A Rafiq, Rey Utami & Pablo Benua Coba Hilangkan Bukti, Galih Kelabui Polisi

Baca: Sindiran Nagita Slavina ke Raffi Ahmad Saat Rafathar Minta Ketemu Gempita, Putri Gisella Anastasia

Baca: Pelopor Pengembangan Pertanian Organik, Begini Sosok Edi Susapto

Cabai rawit didatangkan Aulia dari Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Ada pula cabai jenis lain yakni cabai tiung seharga Rp 50 ribu per kilogram, cabai pioner yang dipasok dari Sulawesi seharga Rp 50 ribu.

Dia juga menjual cabai merah besar seharga Rp 60 ribu per kilogram dan cabai hijau besar Rp 30 ribu. Untuk tomat dijualnya Rp 7 ribu per kilogram dan timun Rp 3 ribu.

Sementara itu, pedagang cabai lainnya, Sey, mengatakan saat ini persediaan cabai rawit di lapaknya kosong. Dia hanya menjual cabai tiung seharga Rp 40 ribu per kilogram.

Sedangkan cabai besar merah dijual Rp 55 ribu per kilogram dan cabai besar hijau Rp 27 ribu. Ada pula tomat seharga Rp 8.000 per kilogram dan wortel Rp 14 ribu.

“Sudah beberapa hari ini kosong cabai rawit, stoknya menipis. Pelanggan masih normal seperti biasa. Hanya mereka membeli cabai jenis lain,” kata Sey.

Tingginya harga cabai rawit membuat pengusaha kuliner terkena imbasnya. Pedagang nasi campur di Banjarmasin, Aisyah, me­ngaku kesulitan mendapatkan cabai.

Baca: Keluhkan Berobat Kejauhan, Warga Tarjun Minta Puskesmas

Baca: Sopir Truk Keluhkan Pasokan BBM, Antre Solar Kena Tilang

Baca: KPK Tetapkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun sebagai Tersangka Suap, Terjaring OTT Rabu (11/7/2019)

“Sudah mahal, barangnya pun kadang sulit didapat. Jika pun dapat kualitasnya kurang baik, jadi cukup berpengaruh terhadap usaha saya,” ujarnya saat berbelanja di Pasar Sentra Antasari.

Menurut petani di kawasan Golf Banjarbaru, Sugianto, minimnya pasokan cabai rawit ke pasaran terkait cuaca yang kerap berubah-ubah, kadang panas, kadang hujan. Akibatnya tanaman cabai menjadi keriting. Itulah yang terjadi pada tanaman cabai di kebunnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, Kamis (11/7), harga cabai rawit hijau dipatok Rp 54.700 per kilogram, cabai merah keriting Rp 58 ribu dan cabai merah besar Rp 56 ribu. (naa)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved