Selebrita

Tolak Tanda Tangan Surat Penahanan Kasus Asusila 'Ikan Asin', Berikut Komentar Galih Ginanjar

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan tidak masalah bila seorang tersangka menolak menandatangani surat penahanan.

Tolak Tanda Tangan Surat Penahanan Kasus Asusila 'Ikan Asin', Berikut Komentar Galih Ginanjar
KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG
Galih Ginanjar saat menjalani pemeriksaan di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Artis sinetron Galih Ginanjar menolak menandatangani surat penahanan dalam kasus konten bermuatan asusila terkait video ikan asin.

Ketika ditanya alasannya menolak tanda tangan, Galih tak memberi jawaban pasti.

"Nanti, sama kuasa hukum saja, ya," katanya sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya, Jumat (11/7/2019).

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan tidak masalah bila seorang tersangka menolak menandatangani surat penahanan.

"Itu tidak masalah dan kami buatkan berita acara penolakan penadatanganan. Itu tidak menghilangkan penahanan, tetap kami lakukan penahanan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).

Baca: Video Ikan Asin Galih Ginanjar & Rey Utami Berbuntut Panjang, Pelecehan Verbal terhadap Perempuan

Baca: Penampakan Aneh Wajah Rey Utami Saat Ditahan Bersama Pablo Benua & Galih Ginanjar Imbas Kasus Fairuz

Baca: Nagita Slavina Setuju Soal Poligami Diungkap ke Raffi Ahmad, Tapi Ibu Rafathar Sebut Ini

Argo mengatakan, penolakan tersebut merupakan hak tersangka. Menurut dia, tidak ada aturan yang mengharuskan tersangka menandatangani surat penahanan.

"Itu hak mereka, tidak masalah, tidak ada aturan juga. Penahanan 20 hari ke depan, oke," kata Argo.

Kasus ini bermula dari laporan artis Fairuz A Rafiq terhadap Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua atas kasus dugaan pencemaran nama baik melalui vlog kanal YouTube terlapor.

Ketiga terlapor telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut berdasarkan gelar perkara yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Galih dinilai menghina Fairuz dalam video yang diunggah di akun YouTube Rey dan Pablo. Hinaan tersebut salah satunya terkait bau ikan asin.

Atas perbuatannya, ketiga dijerat Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 310, Pasal 311 KUHP. Ancaman hukumannya lebih dari enam tahun penjara.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved