Ekonomi dan Bisnis

100 UMKM Kalsel Ikuti Sosialisasi Kemitraan dan Pelatihan UMKM 2019 di Bank Kalsel

Sebanyak 100 UMKM Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti kegiatan Sosialisasi Kemitraan dan Pelatihan UMKM Kalsel 2019.

100 UMKM Kalsel Ikuti Sosialisasi Kemitraan dan Pelatihan UMKM 2019 di Bank Kalsel
banjarmasinpost.co.id/mariana
Sosialisasi Kemitraan dan Pelatihan UMKM Kalsel 2019, yang digelar oleh Forum Wartawan Ekonomi (FWE) Kalsel, bertempat di Kantor Pusat Bank Kalsel, Sabtu (13/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 100 lebih Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti kegiatan Sosialisasi Kemitraan dan Pelatihan UMKM Kalsel 2019, yang digelar oleh Forum Wartawan Ekonomi (FWE) Kalsel, bertempat di Kantor Pusat Bank Kalsel, Sabtu (13/7/2019).

Dalam Sosialisasi yang bertema "Naik Kelas UMKMnya, Maju Ekonomi Banua", menghadirkan tiga narasumber yakni dari Pertamina MOR VI Kalimantan, Bank Kalsel, dan Alfamart.

Seluruh peserta yang ikut tampak antusias menyimak paparan materi yang penting bagi kelangsungan usaha mereka.

Salah satu UMKM binaan Pertamina, Toha Idris yang berasal dari Kalimantan Timur (Kaltim) turut berbagi cerita dan pengalaman mengenai bisnis yang dirintisnya dengan brand Toko Mahdalena.

"Saya menjadi mitra binaan Pertamina sejak tiga tahun lalu. Usaha barang antik dan aksesoris saya semakin berkembang, karena Pertamina sering mengadakan pelatihan, juga membantu pemasaran," jelas Toha Idris kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Jemaah Haji Diminta Datang Lebih Dini Agar Tak Berebut Bus Shalawat ke Masjidil Haram Mekkah

Diakuinya, dia sangat terbantu dalam segi penjualan sebab Pertamina sering mengikutsertakannya di pameran di Jakarta. Melalui stand pameran seharga Rp 35 juta yang diberikan Pertamina, Toha Idris pun kerap mendapat untung berlipat.

Pebisnis UMKM lainnya, Nor Hidayah asal Kalsel juga menjadi UMKM binaan Pertamina sejak tiga tahun lalu. Usaha yang digeluti yakni home industri handicraft meliputi taplak meja, tempat tisu, gorden, aksesoris, dan interior ruangan lainnya dengan brand Dayah Family.

"Saya sudah dua kali melakukan pinjaman di Pertamina, yang pertama Rp 10 juta dan kedua Rp 35 juta. Prosesnya mudah dan saya sangat terbantu dengan diikutkan stand pameran setiap tahun," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris FWE Kalsel, Arief Rahman mengatakan, saat ini pihaknya memang gencar mendorong pengembangan UMKM di Banua melalui berbagai pelatihan yang digelar secara rutin kepada pelaku UMKM yang dirasa masih memiliki manajemen usaha yang kurang profesional.

Baca: Kedatangan Mahasiswa KKN di Tanahlaut, Abdurrahman Bisa Belajar Memanfaatkan Kotoran Sapi jadi Pupuk

Menurutnya UMKM memiliki potensi untuk menjadi tulang punggung utama ekonomi Banua di masa depan selain sektor perkebunan, pertanian dan pariwisata. Bahkan mampu menggantikan sektor pertambangan yang sampai hari ini masih menjadi primadona.

"Melalui pelatihan ini kami menginginkan agar UMKM yang dilatih bisa mendapatkan akses modal usaha dengan bunga kompetitif, mampu memanajemen keuangan usaha dengan baik hingga dapat mengembangkan pasar produknya secara lebih luas. Makanya dalam event ini kami berkolaborasi dengan dari PT Pertamina, Bank Kalsel dan Alfamart untuk mensukseskan kegiatan," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved