Kisah Lahirnya Lokalisasi Kapis

Gerah dengan Keberadaan Tapis, Pemerintah Menutup pada 2014, PSK Dipulangkan dengan Bekal ini

Seiring terus berkembangnya eksistensi kegiatan di lokalisasi Kapis, membuat gerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahbumbu.

Gerah dengan Keberadaan Tapis, Pemerintah Menutup pada 2014, PSK Dipulangkan dengan Bekal ini
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
jalan masuk eks lokalisasi Kapis  

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Seiring terus berkembangnya eksistensi kegiatan di lokalisasi Kapis, membuat gerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahbumbu.

Penutupan lokalisasi Kapis, Desa Batu Ampar, Kecamatan Simpang Empat, Tanahbumbu, dilakukan oleh pemerintah daerah Tanahbumbu pada 2014.

"Jadi penutupannya waktu itu bukan karena kegiatan tambang tidak lagi menggeliat. Tapi dari pemerintah daerah yang meminta ke saya agar Kapis ditutup," jelas Edi.

Edi mengaku saat itu memberikan sinyal kepada pemerintah untuk melakukan penutupan Kapis, dengan beberapa syarat diajukan.

Baca: Ada Sebelum Pemekaran Tanahbumbu

Baca: Diawali Kedatangan Belasan PSK dari Luar Pulau, Kapis Sempat Mencapai Era Kejayaan

Baca: Marak Kegiatan Tambang, Kapis Semakin Eksis, Tarif Dipatok Rp 5.000 Sampai Rp 250 Ribu

"Waktu itu aku setuju ditutup. Karena Kapis aku yang mulai dan harus aku juga yang menutup," ungkap Edi.

Dengan catatan, masing-masing PSK diberikan tali asih perorang Rp 10 juta di tambah tiket transportasi untuk pemulangan PSK ke wilayah masing-masing.

"Setelah itu, lokalisasi Kapis, termasuk Sungai Danau yang berpenghuni 589 orang itu resmi tutup pada 2014,"tandasnya.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved