Berita Tapin

Hj Mustaidah Senang PKK Desa Dilibatkan Tangani Kasus Stunting di Tapin

- Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tapin, Hj Mustaidah Syafrudin Noor mengaku senang pengurus PKK

Hj Mustaidah Senang PKK Desa Dilibatkan Tangani Kasus Stunting di Tapin
humas pemkab tapin
Peserta Bintek Penanganan Stunting di Aula PKK Kabupaten Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tapin, Hj Mustaidah Syafrudin Noor mengaku senang pengurus PKK Desa dilibatkan menangani kasus stunting di Kabupaten Tapin.

Itu dikatakan Hj Mustaidah Syafrudin Noor saat memberikan sambutan dan membuka bimbingan teknis peran kader Dasawisma dalam penanganan stunting di Aula Gedung Sekretariat PKK Kabupaten Tapin, Sabtu (13/7/2019).

Ketua dan anggota TP PKK Desa serta Ketua dan anggota Dasawisma se Kabupaten Tapin yang jumlahnya ratusan orang itu dibekali penanganan stunting di desanya masing-masing.

Kabupaten Tapin memiliki 126 wilayah perdesaan dan 9 wilayah Kelurahan di 12 Kecamatan se Kabupaten Tapin.

Baca: Sosok Pengganti Ayu Ting Ting di Brownis Sempat Digosipkan dengan Ivan Gunawan?

Baca: Kemarahan Barbie Kumalasari Saat Ditanya Rumah Mewahnya Bersama Galih Ginanjar

Baca: Sandra Dewi Bagi-Bagi Emas Buat Fitri Tropica Tya Ariestya dan Revalina S Temat Kegirangan

Baca: Kemiripan Muzdalifah dan Syahrini Disebut Saat Istri Fadel Islami Curhat Tentang Masa Depan

Hj Mustaidah Syafrudin Noor menanggarai saat ini kebanyakan orangtua hanya melihat perkembangan dan pertumbuhan anak mereka dari berat badan.

Padahal, ukuran tinggi badan juga merupakan salah satu faktor yang menentukan apakah nutrisi anak sudah baik atau belum.

"Khususnya stunting anak di usia di bawah 2 tahun. Hal ini harus segera di tangani dengan tepat. Mencegah stunting, maka para ibu hamil diharapkan memperbaiki gizi dan memeriksakan ibu hamil, serta mendapat asupan tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan," katanya.

Kegiatan bimbingan teknis itu dilaksanakan TP PKK Kabupaten Tapin berkerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tapin serta PT Trindo Karya Utama yang menghadirkan narasumber dari PKK Provinsi Kalsel, PKK Provinsi Banten dan PKK Kota Tangerang.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Errani Martin dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, menjelaskan kasus stunting terjadi di seluruh Kabupaten /Kota se Indonesia, termasuk di Kabupaten Tapin.

Menurut Errani Martin, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, kasus stunting itu dialami anak usia 2 tahun ke bawah dan itu pasti terjadi dalam setiap tahun.

"Untuk pencegahan kasus stunting itu, peranan semua pemangku kepentingan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin porsinya hanya 30 persen.

Selebihnya harus ditangani secara bergotong-royong sesuai program melibatkan Tim Pengerak PKK, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapin," katanya.

(banjarmasinpost/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved