Berita Nasional

Ini Penjelasan Ahli Hukum, Kenapa Ahok BTP Tak Bisa Jadi Calon Menteri Jokowi & Maju Pilpres 2024

Syarat-syarat untuk menjadi calon presiden dan calon wakil presiden sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Ini Penjelasan Ahli Hukum, Kenapa Ahok BTP Tak Bisa Jadi Calon Menteri Jokowi & Maju Pilpres 2024
Jonathan Manurung
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (BTP) setelah mencoblos di KJRI Osaka minggu (14/4/2019) sekitar jam 16:30 waktu Jepang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Nama mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok kembali disebut-sebut setelah bebas dari penjara terkait kasus pelecehan agama beberapa waktu lalu. Bahkan Ahok santer Ini bakal masuk menjadi calon menteri di kabinet Jokowi-Maruf Amin.

Ahok juga disebut masuk dalam daftar orang yang diprediksi akan maju dalam Pilpres 2024.

Tak hanya maju ke Pilpres 2024, Ahok juga diisukan jadi menteri Jokowi.

Baca: Adu Gaya Veronica Tan & Puput Nastiti Devi Saat Dampingi Ahok BTP, Keduanya Tampil Elegan

Namun, secara hukum Ahok tak dapat memenuhi syarat untuk melakukan keduanya.

Syarat-syarat untuk menjadi calon presiden dan calon wakil presiden sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Pada Pasal 227 huruf (k), salah satu syarat pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden adalah :

"Surat keterangan dari pengadilan negeri yang menyatakan bahwa setiap bakal calon tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih".

Baca: Kans Ahok BTP Jadi Menteri Jokowi & Maju di Pilpres 2024 Kata Pakar, Didampingi Puput Nastiti Devi?

Atas pertimbangan itu, bisakah Ahok BTP jadi capres atau cawapres?

Pengamat hukum dan tata negara Irman Putra Sidin mengatakan hal yang harus dilihat baik-baik adalah pasal dalam UU Pemilu.

"Dilihat dari ancamannya. Kalau dari UU itu ya ancamannya 5 tahun. Mau vonisnya 2 tahun atau 6 bulan, itu soal lain, bukan itu yang dimaksud," kata Irman saat dihubungi, Kamis (12/7/2018).

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Surya Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved