Berita Dunia

Pasca Pembelian Sistem Rudal S-400 Dari Rusia, Turki Langsung Dapat Ancaman AS

Hubungan Turki dengan Amerika memanas menyusul pembelian rudal S-400 oleh Turki dari Rusia.

Pasca Pembelian Sistem Rudal S-400 Dari Rusia, Turki Langsung Dapat Ancaman AS
(Shutterstock)
Sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ANKARA - Hubungan Turki dengan Amerika memanas menyusul pembelian rudal S-400 oleh Turki dari Rusia.

Saat ini, Turki menyatakan sudah menerima gelombang pertama sistem rudal S-400. Pembelian ini, langsung memicu reaksi Amerika Serikat.

AS mengancam bakal mengeluarkan Turki dari program jet tempur F-35, dan memberi tenggat waktu hingga 31 Juli supaya pembelian itu dibatalkan.

Dikutip dari Kompas yang melansir dari AFP, berikut merupakan sejumlah fakta tentang S-400, sistem pertahanan anti-pesawat termodern yang dibuat oleh Rusia.

1. Apa Itu S-400?
Pasukan Rusia mulai menggunakan S-400, sistem pertahanan yang didesain untuk menjatuhkan dan melenyapkan segala ancaman di angkasa, pada 2007 silam.

Baca: Temukan Banyak Uang di Kamar Gubernur Kepri, KPK Duga Nurdin Terima Gratifikasi dari Berbagai Sumber

Baca: Sejumlah Fakta Buaya Keluyuran di Atap Rumah yang Hebohkan Warga di Malang

Baca: Bukan Rp 3,5 Miliar Saja, Gubernur Kepri Juga Simpan USD 33.200, dan SGD 134.711 di Kamar

Baca: Cuma Gara-gara Kue, Anggota DPRD Ini Marah dan Merobek Daftar Hadir, Staf DPRD Menangis Ketakutan

Berdasarkan keterangan dari pabrikannya, perusahaan Almaz-Antey, sistem rudal itu bisa menempuh jarak hingga 400 kilometer dan bisa ditempatkan hanya dalam lima menit.

Sistem itu terdiri dari sejumlah kendaraan. Yakni mobil komando, kendaraan radar dengan berbagai fungsi, serta kendaraan peluncur yang masing-masing mengangkut empat rudal.

Puluhan S-400 disebut sudah disiagakan di seantero Rusia. Di antaranya di kawasan paling barat seperti Kaliningrad hingga daerah timur jauh.

Empat unit S-400 dilaporkan juga sudah dikerahkan di Crimea, semenanjung Laut Hitam yang direbut Rusia dari Ukraina pada konflik 2014 silam.

Sementara dua lainnya dibawa ke Suriah, di mana Rusia merupakan sekutu Presiden Bashar al-Assad, untuk melindungi pangkalan Khmeimim serta Tartus.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved