Berita Banjarmasin

Pertengahan Tahun 2019, Kanwil DJBC Kalbagsel Sudah Terbitkan Sembilan SPDP Bidang Cukai

Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel) terbitkan sembilan SPDP bidang cukai.

Pertengahan Tahun 2019, Kanwil DJBC Kalbagsel Sudah Terbitkan Sembilan SPDP Bidang Cukai
Dari Kalbagsel untuk Bpost
Kegiatan Pelatihan Mindik di Kanwil DJBC Kalbagsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Melalui kegiatan penyidikan yang dilakukan sejak periode Tahun 2018 hingga pertengahan 2019, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel) terbitkan sembilan Surat Pemberitahuan dimulai Penyidikan (SPDP) bidang cukai.

Utamanya SPDP yang diterbitkan merupakan hasil operasi rokok ilegal yang menurut Kepala Seksi Penyidikan Kanwil DJBC Kalbagsel, Syahriza Joko Purnomo seluruh kasus tersebut sudah dipersidangkan di pengadilan.

"Semuanya telah dilakukan persidangan dengan putusan pengadilan antara satu sampai satu koma delapan tahun penjara bagi pelaku rokok ilegal," kata Syahriza.

Perkuat bidang penyidikan, Kanwil DJBC Kalbagsel terus upayakan peningkatan kompetensi penyidikan anggotanya termasuk dengan pembekalan mindik yang fokus pada aspek pengetahuan tentang ketentuan penyidikan.

Baca: Menang 2-1 atas Arema FC, Ini Komentar Pelatih Barito Putera U-18

Baca: Mulan Jameela Tuliskan Ini Saat Pacar El Rumi Bandingkan Dirinya dan Maia Estianty

Baca: Penyebab Warga Pasang Portal di Simpang Adhyaksa, Ketua RT Singgung Pengguna Jalan yang Tak Sopan

Baca: Nyanyi di Selamatan Haji, Jebolan KDI Senang Dapat Kesempatan Menyanyi Lagu Religi

Dimulai sejak Senin (8/7/2019) lalu, pelatihan diisi materi meliputi Hukum Pidana, Kewenangan PPNS, Teknik Pemeriksaan, Penyitaan dan Penggeledahan, Praperadilan, Pembuktian Unsur Delik Pidana Pabean-Cukai, Latihan Pemberkasan, dan sebagainya.

Pelatihan dilaksanakan di Aula KPPBC TMP B Banjarmasin dan dibuka oleh Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, Firsti Masdiani.

Sebanyak 37 pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Kalbagsel, Kalbagtim dan Kalbar mendapatkan penjelasan mendalam terkait materi penyidikan dari berbagai narasumber.

Mereka diantaranya Setyawan Wibowo yakni Kasubdit Penyidikan Direktorat Penindakan dan
Penyidikan, Budi Santoso, Hendri Yani Etik, Samsul Kamal sebagai pemateri di Lingkungan Kanwil DJBC Kalbagsel dan pemateri dari Perwakilan Korwas PPNS, Kejaksaan Negeri, Kehakiman PN serta Lapas Kelas IIA Banjarmasin.

"Berbekal administrasi penyidikan pegawai harus dapat berperan lebih dalam penegakan hukum," kata Budi Santoso dalam salah satu sesi materinya.

Baca: Rela Darahnya Disedot, Ini Prinsip Atlet Dan pelatih Angkat Besi di Bugar Sport Center

Baca: Meluncur 16 Juli, Begini Fitur Andalan Vivo S

Baca: Putranya Dikabarkan Masuk Bursa Calon Menteri Muda, Hendropriyono Katakan ini

Menurut Kepala Kanwil DJBC Kalbagsel, HB Wicaksono, kegiatan dilaksanakan untuk tingkatkan profesionalisme pegawai di unit pengawasan yang akan menciptakan penegakan hukum yang tegas dan efisien sehingga mampu melindungi masyarakat dari beredarnya barang larangan dan pembatasan, melindungi sumber daya alam dari penyelundupan dan eksplorasi yang berlebihan serta mengamankan penerimaan negara.

"Proses penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai harus dilakukan secara maksimal guna menimbulkan efek jera dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku," terangnya. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved