Kriminalitas Regional

Polisi Ungkap Fakta Baru Pimpinan dan Guru Diduga Cabuli 15 Santri, Pesantren Pun Sampai Dibekukan

Pasca terjadinya pelecehan seksual yang diduga dilakukan pimpinan pesantren AI dan seorang guru MY terhadap 15 santrinya

Polisi Ungkap Fakta Baru Pimpinan dan Guru Diduga Cabuli 15 Santri, Pesantren Pun Sampai Dibekukan
banjaramasinpost.co.id/bawso.org.uk
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pasca terjadinya pelecehan seksual yang diduga dilakukan pimpinan pesantren AI dan seorang guru MY terhadap 15 santrinya, pemerintah Kota Lhokseumawe, resmi membekukan sementara seluruh kegiatan di Pesantren AN. sejak 11 Juli 2019 hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Pembekuan kegiatan itu seiring ditangkapnya AI dan MY, pimpinan dan guru pesantren tersebut oleh penyidik Polres Lhokseumawe.

Selain itu, puluhan orangtua santri mendatangi kompleks Pesantren AN, di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, untuk mengambil barang anak-anaknya dan sebagian lagi meminta kejelasan uang yang telah disetor.

Bahkan ada orangtua santri yang minta bantu untuk anaknya pindah dari pesantren tersebut ke sekolah lain.

Sementara itu, pimpinan pesantren dan seorang guru membantah telah melakukan pelecehan seksual terhadap santrinya.

Baca: Video Ikan Asin Galih Ginanjar & Rey Utami Berbuntut Panjang, Pelecehan Verbal terhadap Perempuan

Baca: LAGI SERU-SERUNYA! Ayo, Tonton Laga PSM Makassar Vs Bhayangkara FC Via Link Live Streaming Ini

Baca: Kalung Syahrini Curi Perhatian Saat Suapi Reino Barack, Ini Taksiran Harga Kalung Incess

Berikut fakta selengkapnya:

1. Pesantren dibekukan


Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta, dalam konferensi pers di Lhokseumawe, memperlihatkan barang bukti dan tersangka dalam kasus pencabulan 15 santri yang dilakukan pimpinan pesantren dan seorang guru di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019) (KOMPAS.com/MASRIADI)

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Lhokseumawe, Muslem menyebutkan, pembekuan kegiatan itu dilakukan hingga proses investigasi mendalam selesai dilakukan oleh tim Pemerintah Kota (Pemkot) Lhokseumawe.

“Kami mendengar bahwa ada santri yang sudah keluar dan tak mau lagi mengenyam pendidikan di situ. Karena itu, pemerintah harus hadir. Harus segera merespons. Kita bekukan aktivitasnya sementara waktu hingga proses investigasi selesai,” katanya dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (12/7/2019).

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved