Suara Pembaca

Sistem Zonasi Membingungkan, Sekolah Swasta Mahal

Nama saya juga sempat ada di SMAN 2 Banjarmasin, tapi nghilang juga. Sistem Zona ini membuat saya dan orangtua kebingungan,

Sistem Zonasi Membingungkan, Sekolah Swasta Mahal
BPost Cetak
Yusuf Effendi, Kadisdik Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saya lulusan SMPN 9 Banjarmasin dengan nilai 24,35, tapi saya tidak bisa bersekolah di sekolah pilihan saya SMAN 1 Banjarmasin, karena (mungkin) tempat tinggal saya sangat tidak termasuk dalam zona penerimaan, nama saya sempat berada dalam posisi “Aman” di SMAN 1 Banjarmasin tapi kemudian menghilang.

Nama saya juga sempat ada di SMAN 2 Banjarmasin, tapi menghilang juga. Sistem Zona ini membuat saya dan orangtua kebingungan, untuk sekolah di swasta biayanya tentu mahal, bagaimana ini pihak terkait Disdik Kalsel? 082154001766

 TANGGAPAN:
SESUAI Permendikbud No 20 Tahun 2019 tentang PPDB, bahwa PPDB pada SMA Negeri dilaksanakan melalui 3 (tiga) jalur pendaftaran PPDB. Jalur Zonasi paling sedikit 80 persen dari jumlah daya tampung, Jalur Prestasi paling banyak 15 persen dari jumlah daya tampung dan Jalur perpindahan tempat tugas orangtua siswa paling banyak 5 persen dari jumlah daya tampung.

Sebelum pelaksanaan PPDB SMA Negeri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan zonasi berdasar Kecamatan yang telah dikembangkan berdasarkan kesepakatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Semua calon siswa usia sekolah sudah terdata dalam zonasi yang telah ditetapkan. PPDB SMA Negeri melalui Jalur Zonasi, Jalur Prestasi dan Jalur Perpindahan tempat tugas Orangtua.
Siswa yang diterima pada SMA Negeri melalui Jalur Zonasi diseleksi secara sistem online menurut jarak tempat tinggal terdekat dengan sekolah yang dituju.

Sistem aplikasi online akan menyaring/meranking mulai dari siswa yang jarak rumah terdekat sampai terpenuhinya daya tampung siswa masing-masing SMA Negeri, sehingga siswa yang terdaftar pada aplikasi online akan hilang datanya secara otomatis jika daya tampung sekolah sudah terpenuhi.

Pada Jalur Zonasi paling banyak 80 persen, ini juga termasuk calon siswa dari kalangan keluarga kurang mampu yang memiliki KIP, KKS dan lainnya paling sedikit 20 persen secara otomatis diterima di SMA Negeri tanpa memperhatikan jarak tempat tinggalnya.

Demikian kami sampaikan dan terima kasih.

DRS HM YUSUF EFFENDI, MAP
Kepala Dinas Dikbud Kalsel

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved